Selama Musim Hujan, Ada 56 Warga Berau Menjalani Rawat Inap karena DBD

Musim hujan di wilayah Kabupaten Berau tidak hanya menyebabkan banjir, namun juga berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat.

Selama Musim Hujan, Ada 56 Warga Berau Menjalani Rawat Inap karena DBD
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit DBD. 

Tidak hanya di lingkungan sekolah, namun juga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Dengan melakukan pembersihan saluran drainase, membersihkan sampah yang menyebabkan genangan air. Karena nyamuk Aedes Aegypti ini berkembang biak dalam genangan,” jelas Totoh, Jumat (7/12/2018).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan harus bekerja ekstra untuk meminimalisasi penyebaran DBD. Salah satunya dengan melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan.

Namun pengasapan ini hanya efektif pada nyamuk Aedes Aegypti dewasa.

Sementara jentik-jentik nyamuk tetap bisa tumbuh di lokasi-lokasi genangan air.

Real Madrid Vs Melilla - Isco Cetak 2 Gol, Begini Kegembiraan Solari

Piala Super Italia - Big Match! Juventus Vs AC Milan Digelar 16 Januari 2019 di Arab Saudi

“Jadi tidak cukup dengan fogging, harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pemberian bubuk abate ke tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.

Totoh juga mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tidak akan memberikan dampak yang siginifikan, tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

“Sekarang memang cukup sulit diatasi karena masuk musim penghujan. Apalagi pertumbuhan jentik-jentik menjadi nyamuk itu fasenya hanya beberapa minggu saja (nyamuk) sudah menetas,” jelasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved