Fakta-fakta Ambruknya Jembatan Kalu Dekat Air Terjun Lembah Anai
Jembatan Kalu (Jembatan Pinyaram) ambruk pada Senin (10/12/2018), yang membuat jalur Bukittinggi - Padang putus.
Fakta-fakta Ambruknya Jembatan Kalu Dekat Air Terjun Lembah Anai
TRIBUNKALTIM.CO - Jembatan Kalu (Jembatan Pinyaram) ambruk pada Senin (10/12/2018), yang membuat jalur Bukittinggi - Padang putus.
Ambruknya jembatan yang berada di kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) terjadi setelah hujan lebat.
Sebelum jembatan ambruk, hujan deras itu menyebabkan debit air terjun Lembah Anai meningkat.
Berikut ini fakta singkat ambruknya Jembatan Kalu yang berhasil dikutip Tribunnews.com dari TribunPadang.com pada Selasa (11/12/2018).
1. Jembatan Kalu Putus Menjelang Sholat Isya
Air sungai di dekat air terjun meluap ke badan jalan, menurut pantauan TribunPadang beristiwa tersebut terjadi menjelang sholat Isya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Jalan Nasional, Andi Mulya membenarkan peristiwa tersebut.
Dikatakannya, meluapnya sungai di bawah jembatan itu dikarenakan hujan lebat sejak Senin siang.
Bahkan hujan lebat tersebut, juga menyebabkan debit Air Terjun Lembah Anai juga meningkat, dan membuat arus sungai di dekat air terjun itu meluap ke badan jalan.
Jalan nasional yang berada di dekat air terjun tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.
"Ratusan kendaraan yang datang dari Bukittinggi ataupun Padang, terpaksa balik arah. Bahkan, ada kendaraan yang terjebak di antara jembatan dan air terjun," katanya kepada Tribunpadang.com saat dihubungi via handphone, Senin malam.
2. Jalur Padang- Bukittinggi Dialihkan ke Malalak
Saat ini, jalur Padang-Bukittinggi rute Pasang Panjang untuk sementara ditutup dan akses dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya, dialihkan ke jalur alternatif Malalak.
Bagi yang yang ingin tetap menuju Padang atau sebaliknya saat Jalur Bukittinggi-Padang bisa lewat melalui Malalak, Kabupaten Agam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jembatan-batang-kalu-tanam.jpg)