Rabu, 27 Mei 2026

Komisioner KPU

Timsel Calon Anggota Komisioner KPU Kaltim Sempat Terima Ancaman dan Lobi

Dia meyakini, mungkin saja, pelobi dari berbagai kalangan ini, karena merasa bisa menggunakan cara lama pada tim yang bersifat ad-hoc ini.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Tim seleksi KPU Provinsi Kaltim, dipimpin Prof. Susilo, Prof. Aji Ratna, Mariman Darto dan Achmad Bintoro  (Rahmawati berhalangan hadir) mengumumkan hasil seleksi administrasi berkas di Hotel Grand Victoria, Samarinda, Jumat (16/11/2018). Dari 37 pendaftar sebanyak 9 pendaftar calon komisioner KPU Kaltim dinyatakan tidak lolos. 

Timsel Calon Anggota Komisioner KPU Kaltim Sempat Terima Ancaman dan Lobi

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Panitia Tim Seleksi Calon Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Zona II Kaltim, Hairil Anwar mengaku, selama tahapan seleksi berlangsung, sempat menerima ancaman dan lobi dari berbagai pihak untuk meloloskan calon tertentu.

Ia lebih memilih tidak menghiraukan dan tak mengambil pusing, karena itu bagian dari dinamika untuk demokrasi yang lebih maju. Terpenting, pihaknya tidak goyang dan tetap berpegangan pada aturan yang berlaku di setiap tahapan seleksi.

Lobi itu, kata pria yang akrab disapa Chodi ini, bermacam-macam, langsung maupun tidak langsung. Dia meyakini, mungkin saja, pelobi dari berbagai kalangan ini, karena merasa bisa menggunakan cara lama pada tim yang bersifat ad-hoc ini. Padahal, saat ini, seleksi sudah sedemikian sistematis, ketat dan terbuka.

Namun, yang lebih ia khawatirkan justru dugaan prilaku oknum yang tidak bertanggungjawab, mengatasnamakan tim sel yang seolah-oleh bisa mengkondisikan seleksi. Kabar itu, sudah ia terima dari berbagai koleganya di berbagai tempat.

“Khawatirnya, jika dalam proses tidak lolos, dan menuntut kita, (timsel) bingung juga kita. Desas-desusnya banyak, ada banyak kawan yang mengabarkan saya. Saya bilang, biarkan saja, karena saya tidak ada buktinya. Kalau ada buktinya, entah kita yang menuntut, atau orang yang dirugikan yang menuntut,” tutur Chodi ditemui di sela rapat pleno tim sel di ruang pertemuan Paridan, Hotel Mesra, Samarinda, Kamis (13/12/2018).

Sementara, mengenai bentuk ancaman, dia enggan membeber lebih lanjut. Pria yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman ini, merasa itu hal yang biasa dalam dinamika domokrasi yang semakin maju.

Justru, dia balik bertanya, pada pihak-pihak yang mengancam dan melobi itu, seberapa besar sebenarnya signifikasi kekuatan komisioner KPU nantinya mempengaruhi suara dalam pemilu dan pileg nanti.

Apalagi, ada banyak aturan dan penguatan pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sehingga celah kecurangan pemilu bisa diminimalisir.

“Jadi, tidak siginifikan, berusaha mempengaruhi hasil pileg dan pilkada dengan memasang orang di KPU,” ujar Chodi.

Selama tahapan seleksi mulai dari seleksi administrasi, tertulis, psikologi, kesehatan sampai wawancara, jajaranya berpedoman pada aturan yang ada.

Kembali ia menegaskan, bahwa melobi apalagi sampai mengancam tim seleksi tidak akan berpengaruh karena semua aturan seleksi, dan penilaian sudah dihitung sangat rinci dengan berbagai rumusan serta terbuka.

“Sampaikan pada masyarakat Kalitm, khususnya di lima kabupaten kota (zona II), bahwa melobi tim sel tidak akan banyak berguna, karena semua dikuantifiaksi datanya,” tegas Chodi.

Prosesnya, memasuki babak akhir, Kamis (13/12), bertempat di ruang pertemuan Paridan di Hotel Mesra, Samarinda, beberapa anggota timsel berkumpul di rapat pleno akhir memutuskan 10 nama terbaik di kabupaten dan kota di zona II yang terdiri dari Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, Kubar dan Mahulu. Dia menyebut, pengumuman terbuka berlangsung beberapa hari ke depan.

“Kecuali Mahakam Hulu (tidak ada calon perempuan), sisanya lebih dari 2 perempuan (yang lolos 10 besar). Saya rasa, tidak perlu afirmasi lah, karena melihat kapasitas mereka, beberapa bagus,” ujarnya. (dro)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved