Operasional Bandara APT Pranoto
VIDEO - Ini Jalur Alternatif ke Bandara APT Pranoto Jika Terjadi Banjir, Dishub Pasang Petunjuk Arah
Ini jalur alternatif menuju Bandara APT Pranoto, Kota Samarinda, Provinsi Kaltim apabila jalur utama melalui Jalan DI Panjaitan banjir.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto | Editor: Amalia Husnul A
VIDEO - Ini Jalur Alternatif ke Bandara APT Pranoto Jika Terjadi Banjir, Dishub Pasang Petunjuk Arah
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan Kaltim mulai memasang jalan alternatif menuju Bandara APT Pranoto, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (14/12/2018). Jalan alternatif ini dapat dimanfaatkan jika terjadi banjir di Kota Samarinda sehingga jalur utama sulit dilalui.
Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong memimpin pemasangan plang penunjuk jalan di gapura perumahan Bumi Sempaja, Samarinda. Kalimantan Timur, Jumat (14/12/2018).
Menurut Salman, pemasangan plang ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dari arah Samarinda kota menuju Bandara APT Pranoto.
VIDEO - Samarinda Diguyur Hujan, Jalur Utama Menuju Bandara APT Pranoto Samarinda Tergenang Banjir
Bandara APT Pranoto Beroperasi, Komponen Inflasi di Samarinda Bertambah
Jalur Alternatif Menuju Bandara APT Pranoto Tak Maksimal, Polisi Minta Masyarakat Bersabar
Khususnya untuk menghindari banjir saat musim hujan di jalan DI Panjaitan Samarinda.
"Sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru. Kita dalam rangka pelayanan kepada bandara, apabila terjadi banjir di Jl DI Panjaitan, kita antisipasi dengan jalan alternatif," ungkap Salman.
Ada 12 titik penunjuk arah jalan alternatif yang dipasang, berawal dari gerbang Perumahan Bumi Sempaja, masuk perumahan Griya Mukti, tembus ke kawasan perkampungan Gunung Lingai, dan keluar di simpangan jalan Lempake.

Salman mengatakan estimasi waktu tempuh melalui jalur alternatif terbilang lebih efisien ketimbang arah DI Panjaitan.
Dengan kecepatan kendaraan normal 20-40 km / jam dapat ditempih dengan waktu 20-25 menit sampai di simpang Lempake, baik dalam kondisi normal maupun banjir.
"Kami sudah survei lima kali dalam kondisi yang paling macet, cuma memakan waktu 25 menit. Jalannya bagus beton, hanya lebar jalan 4,5 meter.
Sejenis mobil MPV dan truk bisa masuk," katanya.
Plang yang dipasang Dishub bukan menggunakan bahan permanen. Melainkan terbuat dari banner, yang ditopang dengan kayu reng.
"Jangan mengharapkan plang permanen. Tapi harapkan jalan poros DI Panjaitan itu aman dari banjir," katanya
(*)
Follow Instagram tribun Kaltim
Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini