CPNS 2018
BKN Bantah Surat yang Beredar tentang Rekonsiliasi Data CPNS 2018, Awas jadi Bumerang!
Pada masa tahapan akhir penerimaan dan tes CPNS 2018, beredar surat tentang rekomendasi/ rekonsiliasi data CPNS 2018. Surat tentang itu ternyata
BKN Bantah Surat yang Beredar tentang Rekonsiliasi Data CPNS 2018, Awas jadi Bumerang!
TRIBUNKALTIM.CO - Pada masa tahapan akhir penerimaan dan tes CPNS 2018, beredar surat tentang rekomendasi/ rekonsiliasi data CPNS 2018. Surat tentang itu ternyata surat palsu.
Beredarnya Surat Tentang Rekomendasi /Rekonsiliasi Data CPNS Tahun 2018-12-01 No. 44/S/Tim Pengolahan/XI/2018 tanggal 29 November 2018, yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara daring oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, telah meresahkan sebagian masyarakat.
Terkait itu Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Aris Windiyanto di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018), mengatakan bahwa surat tersebut BUKAN PRODUK BKN dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti di kemudian hari dan tidak mudah percaya atas informasi yang beredar sebelum mengkonfirmasi kepada pihak terkait.
Aris melanjutkan, penyerahan hasil akhir seleksi CPNS Tahun 2018 oleh Panselnas kepada instansi belum dilaksanakan.
“Di era teknologi informasi seperti saat ini, kecepatan peredaran informasi kadang bisa menjadi bumerang bagi siapapun yang mengaksesnya, terutama terkait informasi yang belum jelas kebenarannya.
Berkaitan dengan itu kami mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memilah informasi.
Kami terbuka untuk menjelaskan kebenaran penyelenggaraan seleksi CPNS atau kegiatan sejenis yang mengatasnamakan BKN,” pungkas Aris. (bkn)
Sanksi untuk Pelamar Curang
Pelaksanaan penerimaan CPNS sudah memasuki tahapan lebih jauh. Beberapa instansi sudah mulai melaksanakan lanjutan tahapan seleksi yaitu seleksi kemampuan Bidang (SKB).
Namun dalam pelaksanaannya masih banyak oknum yang mencoba melakukan kecurangan.
Iwan Hermanto, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN saat dijumpai tim Humas BKN di Gedung Bagas Raya, Pondok Kelapa – Jakarta Timur, pada Senin (10/12/2018) ,
menyampaikan bahwa saat ini masih banyak peserta yang mencoba berbuat curang salah satunya dengan membawa perangkat komunikasi seperti pulpen berkamera, headset, hingga jimat.
Menanggapi hal tersebut, Iwan menegaskan bahwa BKN sudah mengantisipasi kecurangan tersebut melalui pemeriksaan secara fisik pada saat sebelum tes berlangsung.
Apabila didapati peserta yang melakukan tindakan demikian,
