10 Hoaks Paling Berdampak Selama 2018 Menurut Kominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan, ada 10 konten hoaks paling berdampak selama tahun 2018.

Tribunnews/Jeprima
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). 

Dalam pesan berantai tersebut tertulis bahwa Palu dalam keadaan siaga 1.

Informasi menuliskan seorang yang bekerja di BMKG ketika selesai memeriksa alat pendeteksi gempa.

Pesan tersebut menyebutkan bahwa akan terjadi gempa susulan berkekuatan 8,1 SR dan berpotensi tsunami besar.

Namun, informasi itu hanyalah sebuah isu bohong.

Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun media sosial mengonfirmasi faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti.

3. Hoaks Penculikan Anak

Ilustrasi Penculikan
Ilustrasi Penculikan (TribunTimur.com)

Baca: Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet, Pemeriksaan Rocky Gerung Dijadwal Ulang

Hoaks penculikan anak beredar luas di sejumlah media sosial seperti Facebook, Twitter dan Whatsapp.

Hoaks ini telah meresahkan masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak-anak yang masih kecil.

Di Twitter, hoaks yang beredar menyatakan pelaku penculikan anak telah tertangkap di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat.

Namun, hal itu langsung dibantah Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar yang mengatakan jika kabar penangkapan pelaku penculikan tersebut tidak benar.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved