Sabtu, 9 Mei 2026

Tsunami Banten dan Lampung

Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 Pernah Sebabkan Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter

Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter Akibat Gunung Krakatau Pernah Terjadi pada 1883.

Tayang:
Twitter @Sutopo_PN
Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumpat (3/8/2018) pagi. 

Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 Pernah Sebabkan Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter

TRIBUNKALTIM.CO - Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter Akibat Gunung Krakatau Pernah Terjadi pada 1883.

Tsunami di Selat Sunda yang menerjang pesisir pantai Banten dan Lampung (Tsunami Banten dan Lampung), pada Sabtu (23/12/2018) pukul 21:33 WIB diawali dengan surutnya air laut.

Pada tahun 1883, Gunung Krakatau pernah membuat Tsunami Banten dan Tsunami Lampung setinggi 40 meter.

 

Baca: Pemain Bass Seventeen Meninggal Dunia, Vokalis Jamrud Ikut Jadi Korban Tsunami Banten

Saat itu, seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus, namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan.

Kemungkinan, material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda.

Tsunami terjadi Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.33 WIB, menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Perlu diketahui, erupsi Krakatau kini terjadi hampir setiap hari sejak 29 juni 2018.

Hal itu mengingatkan kita pada letusan dahsyat gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883.

Saat itu, letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.

Dilansir dari kompas.com, jauh sebelum peneliti asing menulis tentang meletusnya Gunung Krakatau (Krakatoa, Carcata) tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, seorang pribumi telah menuliskan kesaksiaan yang amat langka dan menarik, tiga bulan pascameletusnya Krakatau, melalui Syair Lampung Karam.

Baca: Rombongan Kemenpora ikut jadi Korban Tsunami di Banten, 1 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi.
Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi. (TWITTER)

Peneliti dan ahli filologi dari Leiden University, Belanda, Suryadi mengatakan hal itu kepada Kompas di Padang, Sumatera Barat, dan melalui surat elektroniknya dari Belanda, Minggu (31/8).

"Kajian-kajian ilmiah dan bibiliografi mengenai Krakatau hampir-hampir luput mencantumkan satu-satunya sumber pribumi tertulis, yang mencatat kesaksian mengenai letusan Krakatau di tahun 1883 itu. Dua tahun penelitian, saya menemukan satu-satunya kesaksian pribumi dalam bentuk tertulis, " katanya.

Sebelum meletus tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, gunung Krakatau telah batuk-batuk sejak 20 Mei 1883.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved