Rabu, 15 April 2026

Jajal Mulus dan Panjangnya Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Hanya 10 Jam

Tak hanya untuk mudik saat libur Natal dan Tahun Baru, namun juga banyak yang ingin menjajal mulus dan panjangnya jalan tol ini

Dok. Johannes E. Najoan
Dokumentasi perjalanan mudik Jakarta-Surabaya via tol Trans-Jawa 

Jajal Mulus dan Panjangnya Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Hanya 10 Jam

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Diresmikannya tujuh ruas tol Trans-Jawa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (20/12/2018), memicu eforia masyarakat memanfaatkan jalur ini.

Tak hanya untuk mudik saat libur Natal dan Tahun Baru, namun juga banyak yang ingin menjajal mulus dan panjangnya lintasan jalan bebas hambatan ini.

Salah satunya adalah Johannes E Najoan. Kepada Kompas.com, dia menceritakan pengalamannya menjajal ruas tol Trans-Jawa dari Jakarta menuju Surabaya.

"Saya sama sepupu kebetulan senang jalan, pas dengar tol baru pengen nyobain. Kami berangkat tanggal 21 pagi. Mampir di Semarang dulu," ujar Johannes, Minggu (23/12/2018). 

Dia menambahkan, perjalanan dari Jakarta ke Semarang ditempuh dalam waktu enam jam, sedangkan Semarang ke Surabaya ditempuh dalam empat jam.

Dengan demikian, lanjut Johannes, keseluruhan waktu yang harus dia tempuh Jakarta-Surabaya lewat Jalan Tol Trans-Jawa adalah 10 jam.

Jembatan Kalikuto Jalan Tol Batang-Semarang.
Jembatan Kalikuto Jalan Tol Batang-Semarang. (Baihaki/KONTAN)
Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Pasuruan.
Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Pasuruan. (dok. Humas Kementerian PUPR)

"Jakarta-Semarang hanya dua kali stop, dan Semarang-Surabaya juga dua kali stop. Tapi kalau bawa keluarga mungkin bisa lebih dari 10 jam karena harus banyak berhenti," ucap Johannes.

Selesainya pembangunan Tol Trans-Jawa ini menurut Johannes mampu memangkas waktu perjalanan dengan sangat signifikan. Sebelumnya, Johannes harus menempuh waktu selama 18 jam untuk rute yang sama.

Dokumentasi perjalanan mudik Jakarta-Surabaya via tol Trans-Jawa(Dok. Johannes E. Najoan) Sedangkan untuk tarif tol, Johannes mengaku menghabiskan dana sebesar Rp 496.500. Ini karena masih ada beberapa ruas jalan yang belum dikenakan tarif setelah diresmikan.

"Kalau tol, kami isi e-toll Rp 500.000 di Jakarta, sampai Surabaya tinggal 3.500," ujar dia.

Selain itu, untuk bahan bakar, Johannes mengatakan, menghabiskan sekitar 100 liter selama perjalanan.

"Kalau bensin total sekitar 100 liter, tapi pas tiba di Surabaya kemarin belum isi lagi sampai sekarang," imbuh dia.

Selama berkendara, Johannes mengatakan, menikmati perjalanannya kali ini. Selain dapat mempersingkat waktu tempuh, kondisi jalan dan penerangan juga dinilai lebih baik. Namun begitu, dia mencatat, di beberapa tempat, masih ada perbaikan jalan.

"Ada beberapa tempat seperti Madiun jalannya belum rapi benar, masih ada perbaikan," sambung dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved