Mancanegara

Tahanan Wanita Dipaksa Kerja 18 Jam Buat Baju Kepala Sipir

Pakaian-pakaian tersebut diyakini adalah untuk kepala penjara beserta anak-anaknya, juga untuk teman-teman dan rekan bisnisnya.

Tahanan Wanita Dipaksa Kerja 18 Jam Buat Baju Kepala Sipir
Ilustrasi 

> Putin Minta Mantan Penghuni Rutan Buka Suara

TRIBUNKALTIM.CO, MORDOVIA - Seorang kepala penjara wanita di Rusia telah dicopot dari jabatannya setelah kedapatan memaksa para tahanan untuk bekerja hingga 18 jam sehari.

Para tahanan di penjara khusus wanita di Mordovia, Rusia tengah telah dipaksa bekerja untuk menjahit pakaian oleh kepala penjara, Yuri Kupriyanov.

Pakaian-pakaian tersebut diyakini adalah untuk kepala penjara beserta anak-anaknya, juga untuk teman-teman dan rekan bisnisnya. Demikian dilaporkan dinas lembaga pemasyarakatan.

Baca: Bom Mobil Ledakkan Gedung Pemerintahan, 43 Orang Tewas

Salah satu tahanan yang mengaku sempat menjalani kerja paksa di tahanan yang dipimpin Kupriyanov adalah Nadezhda Tolokonnikova, anggota dari kelompok pengunjuk rasa Pussy Riot.

Dia sempat ditahan di penjara khusus wanita di Mordovia sampai 2013. Tolokonnikova juga sempat melakukan aksi mogok makan karena memprotes kerja paksa dan pelanggaran serius lain yang dialami para tahanan.

Baca: Manajemen Terus Berbenah, Persija Jakarta Pastikan Hanya Pertahankan 70 Persen Pemain

Atas laporan adanya kerja paksa itu, para inspektur melakukan inspeksi mendadak ke penjara tersebut.

"Sebagai hasilnya, Yuri Kupriyanov dan sejumlah bawahannya telah ditangguhkan dari tugas mereka," kata wakil ketua Dinas Lembaga Pemasyarakatan Federal, Valery Maximenko, kepada Interfax.

Baca: Langkah Esteban Vizcarra ke Persib Bandung Tinggal Menunggu Restu Figur Ini

"Para perempuan tahanan telah diancam dengan hukuman isolasi dan tidak mendapat makanan jika melakukan pelanggaran sekecil apa pun," tambahnya, dilansir AFP.

Para tahanan diperintahkan untuk mulai bekerja mulai pukul 07.00 pagi hingga selesai pada pukul 01.00 dini hari. Demikian menurut laporan dari dinas lembaga pemasyarakatan yang dilansir kantor berita Rusia.

Baca: VIDEO TEASER - Kejati Usut Dugaan Penyalahgunaaan Izin Tambang di Tahura

Sebelumnya, dalam kesempatan konferensi pers tahunan pada pekan lalu, Presiden Vladimir Putin sempat membahas tentang kondisi penjara di Rusia yang terkenal buruk.

"Setiap pelanggaran hukum, terutama penyiksaan, adalah kejahatan. Dan kejahatan ini harus mendapat hukuman," kata Putin merujuk pada kekerasan sipir penjara terhadap para tahanan.

Baca: VIDEO - Tim Gaban Balikpapan Bersihkan Parit dan Salurah Air di Lima Kelurahan Sekaligus

Surat kabar Novaya Gazeta pada musim panas lalu sempat mempublikasikan video yang memperlihatkan sejumlah penjaga memukuli tahanan di fasilitas tahanan di Yaroslavl, sekitar 250 kilometer atas timur laut Moskwa.

Laporan itu mendorong para mantan tahanan di Rusia lainnya buka suara atas pengalaman kekerasan yang mereka alami di penjara. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Paksa Tahanan Bekerja 18 Jam Sehari, Kepala Penjara Wanita di Rusia Dipecat https://internasional.kompas.com/read/2018/12/24/23444571/paksa-tahanan-bekerja-18-jam-sehari-kepala-penjara-wanita-di-rusia

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved