Tsunami Banten dan Lampung
3 Lempeng Terus Bergeser, Peneliti BPPT Ungkap Potensi Tsunami Setinggi 57 Meter di Selat Sunda
Peneliti BPPT mengungkapkan adanya potensi tsunami di Selat Sunda yang tingginya mencapai 57 meter.
3 Lempeng Terus Bergeser, Peneliti BPPT Ungkap Potensi Tsunami Setinggi 57 Meter di Selat Sunda
TRIBUNKALTIM.CO -- Seorang peneliti BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) bernama Widjo Kongko mengungkapkan mengenai potensi tsunami di Selat Sunda.
Peneliti BPPT tersebut mengungkapkan potensi tsunami di Selat Sunda tersebut di dalam sebuah seminar.
Dalam kajiannya, Widjo Kongko yakni peneliti BPPT mengungkapkan adanya potensi tsunami di Selat Sunda yang tingginya mencapai 57 meter.
Ahli BPPT ini mengungkapkan kajiannya saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di BMKG.
Muncul Isu Gempa dan Tsunami di Seluruh Indonesia saat Malam Tahun Baru, BMKG Tegaskan Hoaks
Menurut penelitiannya, Widjo menyebut kemungkinan terjadinya gelombang dahsyat ini sebagai akibat dari gempa tektonik sebesar 9 SR.
Potensi gempa besar ini bisa terjadi di area megathrust atau pertemuan dua lempeng raksasa yang berada di selat Sunda.
Jika semua megathrust bergerak maka akan menimbulkan kekuatan gempa besar yang berkisar antara 8,8 SR hingga 9 SR.
Akibat gempa tersebut, tsunami akan berdampak besar pada wilayah barat pulau Jawa dan Sumatera bagian Selatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Widjo Kongko saat diwawancarai di Kabar Petang TV One.
Media Asing Soroti Orang Indonesia Selfie di Tengah Lokasi Bencana, Ini Pendapat Psikolog
"Yang saya sampaikan adalah hasil kajian potensi tsunami di Jawa bagian Barat, dimana sumbernya adalah gempa tektonik di megathrust," ujar Widjo Kongko seperti dikutip Grid.ID dari YouTube tvOneNews (27/12/2018).
Karena tingginya tsunami, kemungkinan besar daerah yang terdampak hingga dapat mencapai kota Jakarta Utara, Bekasi, Serang, Banten, Pandeglang hingga Pangandaran.
Widjo juga menekankan bahwa ungkapannya tersebut adalah sebuah potensi bukan prediksi.
Artinya kajian tersebut dibuat guna mempersiapkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
Skenario terburuk tersebut digunakan untuk perencanaan mitigasi ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-tsunami-atau-gelombang-tinggi.jpg)