Tahun Baru 2019

Jelang Malam Tahun Baru di Balikpapan, Ini yang Dialami Penjual Terompet dan Jagung

Jelang Malam Tahun Baru di Kota Balikpapan, beginilah yang dialami penjual terompet dan jagung

Jelang Malam Tahun Baru di Balikpapan, Ini yang Dialami Penjual Terompet dan Jagung
TRIBUN KALTIM/ABDUL ARIF
Pedagang menjajakan terompet di pinggiran Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tidak seperti tahun lalu, penjualan terompet menjelang pergantian tahun baru tahun ini relatif sepi. Pantuan Tribun, sepanjang Jalan Sudirman, Klandasan, mulai banyak penjual terompet menjajakan dagangannya. Teromper memang identik dengan perayaan tahun baru yang selalu ditiup menandai pergantian tahun.

Salah seorang penjual terompet keliling, Ahmad Basuki menuturkan, dirinya menjual terompet hampir setahun menjelang tahun baru. Terompet yang ia jual hasil karyanya sendiri. Basuki menjual dengan harga bervariasi sesuai jenis terompetnya.

"Harganya beda-beda, kalau dari karton kecil Rp 20 ribu, kalau agak besar Rp 35 ribu. Sedangkan yang terbuat dari plastik ada yang Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu," jelasnya.

Baca: Malam Tahun Baru Ini, Warga Balikpapan Dilarang Nyalakan Kembang Api di Lapangan Merdeka

Diakui Basuki, telah berjualan terompet keliling ini sejak seminggu lalu. Penjualan agak sepi, bahkan untuk menarik pembeli, harga terompet diturunkan menjadi Rp 25 ribuan.

Saat ditanya terkait adanya surat edaran pemerintah yang mengimbau agar tidak merayakan tahun baru secara berlebihan, Basuki mengaku setuju. Dia juga berpendapat jika dirayakan secara berlebihan takutnya akan berdampak negatif dan buruk, seperti menyalakan petasan dapat berpotensi kebakaran dan melakukan konvoi bisa kecelakaan.

Walaupun ada beberapa isu terkait larangan meniup terompet pada malam tahun baru, Basuki menuturkan, tentu akan berdampak pada penjualan, namun mungkin tidak terlalu banyak turunnya.

"Biasa penjualan terompet akan laris menjelang malam tahun baru. Kalau hari-hari seperti sekarang masih agak sepi," ucapnya.

Baca: Malam Tahun Baru 2019 Sendirian? Simak 10 Tips Anti Galau Berikut Ini

Sementara, jelang pergantian tahun menjadi berkah tersendiri bagi padagang jagung. Tribun mencoba menelusuri pedagang jagung di Balikpapan, khususnya di seputaran pasar Kebun Sayur dan Klandasan.

Salah seorang pedagang jagung, Nur Halimah mengaku penjualan jagung pada Minggu (30/12) ada peningkatan, namun tidak terlalu signifikan. Peningkatan pembeli jagung tersebut telah terjadi sejak dua hari belakangan. "Dekat tahun baru ini pembeli meningkat, tapi nggak terlalu banyak sih," ujarnya.

Ia memperkirakan, peningkatan yang signifikan akan terlihat pada esok hari. Saat hari terakhir biasanya warga baru banyak mencari jagung untuk persiapan malam harinya. "Saya rasa besok (hari ini) baru ramai pembeli,," ungkapnya.

Tribun mencoba bergeser ke Pasar Kelandasan. Disana, Tribun bertemu Mustofa, penjual jagung. Ia menuturkan, jumlah pembeli jelang tahun baru ini cukup meningkat. Dalam sehari bisa menghabiskan 7-10 karung jagung yang dengan harga Rp 8.000 perkilogram.

Baca: 6 Rekomendasi Lokasi Habiskan Malam Tahun Baru di Balikpapan, Saksikan Kemeriahan Pesta Kembang Api

"Selama seminggu dekat tahun baru ini penjualan meningkat. Penghasilan bisa Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Kalau hari biasanya cuma sekitar Rp 100 ribu, paling mentok Rp 150 ribu. Itu pun jarang sampai segitu," jelasnya.

Diakuinya, pembeli jagung tahun ini tidak seramai dibanding tahun lalu. Tahun lalu bisa meraup sampai Rp 500 ribu sehari selama seminggu menjelang tahun baru. "Masih ramai tahun lalu, tahun ini gak terlalu ramai," pungkasnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved