Jumat, 24 April 2026

Ditanya Soal Utang Indonesia yang Ribuan Triliun, Begini Tanggapan Mahfud MD

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menanggapi soal ribuan triliunan utang Indonesia.

Kompas.com
Mahfud MD 

Menurutnya ada fenomena tersebut membuat ngutang itu mudah tetapi ketika akan membayar kita diburu bagaikan tikus.

"Melalui WA, SMS, Twitter, setiap hr datang rayuan agar kita meminjam uang. Jaminannya BPKB mobil bahkan ada yg tanpa jaminan. Ber-hati2lah, ngutang itu gampang, semua ingin memberi utangan. Tapi pd saat hrs membayar kita di-buru2 bagai tikus. Bnyk yg pakai debt collector," tulis @mohmahfudmd pada Selasa (1/1/2019).

Lalu, ada warga net yang membalas cuitannya tersebut dan menanyakan terkait utang Indonesia yang ribuan triliun.

"Nah....bgmn prof dgn hutang yg ribuan trilyun? Kl gagal bayar apa ga tersandera negeri ini?," tanya akun Twitter @faisaldeh.

Mahfud MD mengatakan, asal ngutang dengan perhitungan matang maka dipersilahkan saja.

Guru Besar FH UII Yogyakarta itu juga menyatakan, makin besar hutang maka makin tinggi kemampuan bayar plus untungnya sehingga bagus.

Meski demikian, yang harus dingat adalah yang mengutang tanpa tahu bagaimana cara membayarnya.

Hal tersebut lah yang nantinya bisa menjerat seseorang.

Mahfud MD pun memberikan contoh dari penjelasannya yakni terkadang ada pihak yang dipaksa mengutang motor kemudian 3 bulan setelahnya disita plus bunganya.

"Asal ngutang dgn perhitungan matang, silakan. Makin besar hutang, makin tinggi kemampuan bayar plus untungnya. Itu bagus. Yg hrs kita ingatkan adl yg ngutang tanpa tahu bgmn membayarnya. Itu yg bs menjerat. Kadang ada yg dipaksa ngutang motor, 3 bln kemudian disita plus bunganya," tulisnya @mohmahfudmd.

Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor wakil presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).
Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor wakil presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

Wakil Presiden Jusuf Kalla, menegaskan Pemerintah memiliki kemampuan membayar utang yang dipinjam untuk membiayai pembangunan.

Pernyataan itu disampaikan Wapres JK menanggapi kritikan bakal calon presiden Prabowo Subianto yang menyinggung utang pemerintah yang setiap hari naik Rp 1 triliun.

"Jadi bukan soal jumlah. Bisa bayar atau tidak? Jadi bukan soal Rp 1 Triliun, mampu kita bayar tidak?" ujar Wapres JK ditemui di kantor Wakil Presiden, Selasa (4/9/2018).

Dia mengibaratkan status Indonesia sebagai negara berkembang seperti sebuah perusahaan. Jika tidak mempunyai modal, kata dia, maka pemerintah dapat meminjam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved