Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud Ingin Bentuk Perusda Pertanian, Ini Perkiraan Keuntungannya

Bahkan ia memperkirakan dalam sekali panen, Perusda mampu meraup keuntungan sekitar Rp 75 miliar.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud Ingin Bentuk Perusda Pertanian, Ini Perkiraan Keuntungannya
Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi
Bupati PPU, AGM didampingi Wabup Hamdam saat menyerahkan DPA yang diterima Camat Penajam, Pang Irawan 

Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud Ingin Bentuk Perusda Pertanian, Ini Perkiraan Keuntungannya

Laporan Wartawan Tribunkaltim. Co. Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud (AGM) berkeinginan untuk membentuk Perusda Pertanian yang akan menampung dan menjual hasil pertanian terutama padi.

Bahkan ia memperkirakan dalam sekali panen, Perusda mampu meraup keuntungan sekitar Rp 75 miliar.

Saat penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2019 di Aula Lantai I Kantor Bupati, Jumat (4/1/2019), AGM menjelaskan, selama ini DPRD selalu menuntut pemerintah daerah agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Fakta-fakta Brigpol Dewi, Ditipu Narapidana hingga Dipecat Karena Foto Tanpa Busananya Beredar

Hore, Insentif November-Desember Pegawai Pemkab PPU Segera Cair

Untuk meningkatkan pendapatan daerah maka potensi yang dimiliki PPU harus dimaksimalkan, salah satunya membentuk perusda Pertanian.

Ia menghitung bila dalam sekali panen setiap Ha mampu memproduksi 5 ton padi, maka 15 ribu ha mampu menghasilkan sekitar 75 ribu ton. Dengan jumlah itu, maka dengan nilai jual hanya Rp 10 ribu/kg maka sekali panen mampu menghasilkan Rp 750 miliar.

"Kalau Perusda Pertanian ini hanya mendapatkan keuntungan 10 persen, maka sekali panen mendapatkan Rp 75 miliar. Itu kalau sekali panen. Bahkan nanti malah kalah perusda yang ada saat ini dari sisi pendapatan. Hal seperti ini yang harus kita pikirkan, " katanya.

Sebelum Meninggal, Aktor Senior Torro Margens Alami Muntah Darah

Pamit di Media Sosial, Pelatih Persija Jakarta Mundur atau Dipecat ?

Selama ini kata AGM, hasil pertanian khususnya padi, banyak dibeli tengkulak dari Kalimantan Selatan.  Selain itu, ia mengatakan untuk membantu pengairan di pertanian juga sedang berusaha agar sungai Long Kali bisa dimanfaatkan untuk pertanian di Babulu. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved