Tersiksa Dengar Debat di ILC, Mahfud MD: Semua Pemilu Dituduh Curang oleh yang Kalah
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku tersiksa, mendengar perdebatan para tokoh soal keputusan KPU di acara ILC
"KPU mau memberi waktu pemaparan visi dulu tidak salah, langsung debat juga tidak salah."
"Karena dalam Undang-Undang hanya debat," jelas Mahfud MD.
• Detik-detik Fahri Hamzah Naik Pitam Semprot Komisioner KPU, 'Jawab Aja karena Anda Digaji untuk Itu'
Menurut Mahfud MD, tidak perlu ada kesepakatan dari masing-masing paslon mengenai hal tersebut.
"Dan yang keliru menurut saya, kalau langsung debat seakan-akan tidak ada visi gitu, nah justru dari debat itu bisa digali visi," kata Mahfud.
Bagi Mahfud MD, tanpa ada waktu untuk pemaparan visi misi, para kandidat pasti sudah mempersiapkan dengan baik materi debat.
Ia pun menyebut keputusan yang diambil KPU pasti akan menuai kritik.
"Karena mengkritik itu bagian dari kampanye," ucap Mahfud MD.
Tonton videonya di bawah ini.
Seperti yang disampaikan Mahfud MD, dalam acara tersebut, para tokoh berdebat mengenai keputusan KPU yang memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada para paslon dan menghilangkan waktu pemaparan visi dan misi.
Diketahui, pemberian kisi-kisi soal debat pilpres oleh KPU ini menjadi perbincangan dan perdebatan di masyarakat.
Pasalnya, masyarakat menganggap bahwa pemberian soal debat ini menjadikan substansi debat pilpres menghilang.
Sementara itu, sebelumnya, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pemberian pertanyaan sebelum debat bertujuan agar jawaban pasangan calon dapat lebih mendalam.
Daftar pertanyaan itu dikirimkan kepada kedua pasangan calon peserta debat untuk model pertanyaan terbuka dalam debat.
“Dengan memberikan soal sebelumnya, gagasan yang disampaikan pasangan calon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh,” ujar Pramono melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (6/1/2019).
• Polemik Kisi-kisi Debat Pilpres, Rocky Gerung Tantang KPU Sebut Wajah Paslon yang Dianggap Memalukan
Pramono memaparkan, dengan mengirimkan daftar pertanyaan, publik dapat menilai pasangan calon tersebut berdasarkan informasi yang lebih utuh mengenai bagaimana rencana mereka membangun Indonesia lima tahun ke depan.