Warga Aceh Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta, Ada Apa?
sejak beberapa hari lalu, warga Aceh beramai-ramai membuat paspor hanya karena ingin pergi ke Jakarta.
Warga Aceh Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta, Ada Apa?
TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah fenomena baru tengah melanda orang-orang di Aceh yang ingin pergi ke Jakarta naik pesawat.
Informasi dihimpun Serambinews.com, sejak beberapa hari lalu, warga Aceh beramai-ramai membuat paspor hanya karena ingin pergi ke Jakarta.
Ternyata, sebagian besar warga Aceh, terutama yang menggunakan uang pribadi, kini memilih berangkat ke Jakarta melalui Kuala Lumpur, Malaysia.
Warganet ramai-ramai memosting perbandingan harga tiket antara penerbangan domestik (Banda Aceh – Medan - Jakarta atau Banda Aceh langsung ke Jakarta), dengan penerbangan melalui jalur internasional (Banda Aceh – Kuala Lumpur – Jakarta).
Tampak perbedaan mencolok antara keduanya.
Baca: Tiket Domestik Gila-gilaan, Akademisi : Konsumen tak Seharusnya Pikul Masalah yang Belit Maskapai
Harga tiket domestik Banda Aceh – Jakarta mencapai Rp 3 juta, sementara harga tiket Banda Aceh – Jakarta via Kuala Lumpur, tidak sampai Rp 1 juta.
Berikut di antara warga Aceh yang memosting pengalamannya pergi ke Jakarta via Kuala Lumpur.
Baca: Tiket Pesawat Lagi Mahal Banget, Ikuti 10 Cara Ini Agar Dapat Harga Lebih Murah
"Bahagian kepiluan sumbangan Nyak Sandang Cs," tulis Jamaluddin M Jamil, mantan Ketua KNPI Aceh, dalam status yang menyertai tiga fotonya saat berada di Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA).
Nyak Sandang yang dimaksud oleh Jamaluddin adalah salah satu penyumbang uang untuk membeli pesawat Seulawah RI 001 Seulawah yang merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.
Melalui statusnya, Jamaluddin menyindir harga tiket pesawat Garuda Indonesia dari dan ke Aceh yang sangat mahal, sehingga warga Aceh banyak yang memilih penerbangan via Kuala Lumpur dengan maskapai Air Asia.
Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi, ikut memosting status satire (sindiran) tentang fenomena baru yang terjadi di Aceh, sebagai dampak mahalnya harga tiket penerbangan domestik.
"Orang Aceh ke Jakarta pakai pasport, semoga orang Jakarta yg mau ke Aceh juga pakai pasport.
Jelas sudah posisi kita," tulis Wakil Ketua Komisi IV DPRA ini, dalam status Facebooknya yang kemudian mengundang berbagai tanggapan warganet.
Baca: Peak Season Natal & Tahun Baru Sudah Lewat Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kemenhub
Ramai-ramai Bikin Paspor
Safaruddin SH, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) adalah salah satu warga yang ikut membikin paspor baru bagi anak-anaknya.
“Saya harus bikin paspor untuk empat orang, 3 anak dan seorang keluarga lain, padahal saya ingin pergi ke Malang yang masih dalam wilayah Indonesia,” kata Safaruddin kepada Serambinews.com, Jumat (11/1/2019).
Safaruddin mengatakan, mahalnya harga tiket penerbangan domestik, membuat dirinya harus memilih jalur penerbangan internasional untuk mencapai Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pengecekan di situs penjualan tiket, kata Safaruddin, jika menempuh penerbangan domestik dengan maskapai Garuda Indonesia, perlu uang sebesar Rp 4 juta lebih per orang untuk tiket Banda Aceh - Jakarta - Malang.
Jadi, untuk enam orang, Safaruddin harus mengeluarkan uang sebesar Rp 24 juta.
Sementara melalui jalur Banda Aceh - Kuala Lumpur - Surabaya dengan maskapai Air Asia, harga tiketnya adalah Rp 950.000 per orang.
Maka, untuk 6 orang, Safaruddin hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 5.700.000.
Harga tiket tersebut, kata Safaruddin, sudah dia booking untuk penerbangan bulan Februari 2019.
“Saya bisa menghemat hampir 20 juta Rupiah. Dipotong untuk biaya pembuatan empat paspor sebesar Rp 1.420.000 (Rp 355 ribu per paspor), lalu potong lagi untuk ongkos bus dari Surabaya ke Malang sekitar 500 ribu, saya masih bisa menghemat sebesar 18 juta Rupiah,” kata pemegang kartu GarudaMiles Platinum bernomor 725 054 116 ini.
Paspor ini dibutuhkan karena perjalanan ke Malang harus dilakukan melalui pintu keberangkatan internasional.
Jika tidak memilih Garuda Indonesia, atau pilih penerbangan domestik lainnya selain Garuda, harga tiket dari Banda Aceh ke Malang juga berkisar antara Rp 3 juta per orang.
Safaruddin pun mengimbau masyarakat Aceh yang ingin ke Jakarta atau daerah-daerah lain di Pulau Jawa agar memilih jalur Kuala Lumpur.
“Lebih bagus lagi kalau meginap selama satu malam di Kuala Lumpur, bisa jalan-jalan dan belanja di sana,” ujar Safaruddin seraya menyatakan kekesalannya terhadap “kebijakan pemerintah yang sangat tidak prorakyat.”
“Bukannya memberikan layanan khusus kepada rakyat Aceh yang telah menyumbang nenek moyangnya dahulu, Garuda Indonesia malah mencekik masyarakat Aceh. Padahal banyak obligasi milik rakyat Aceh yang belum mereka bayar dengan berbagai alasan,” tukas Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ini.

Baca: Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Warga Galang Petisi Online, Begini Kata Maskapai
Terpaksa Beli Tiket Mahal
Nasib tak mengenakkan dialami sejumlah mahasiswa asal Aceh yang sedang menuntut ilmu di Pulau Jawa.
Beberapa dari mereka terpaksa membeli tiket mahal, karena tidak punya paspor.
Ada yang punya paspor, tapi tetap tidak memilih jalur Jakarta - Kuala Lumpur - Aceh, karena alasan kesetiakawanan terhadap teman-temannya yang tidak memiliki paspor.
“Karena alasan setia kawan ini, saya terpaksa harus membeli tiket Garuda Indonesia untuk anak saya yang akan pulang ke Aceh pada Senin 21 Januari 2019,” ungkap Bukhari M Ali, warga Jeulingke kepada Serambinews.com, Jumat (11/1/2018).
“Nanti saat kembali ke Jakarta, anak saya dan teman-temannya sudah sepakat untuk memilih jalur via Kuala Lumpur. Teman-teman dia akan bikin paspor saat di Aceh nanti,” imbuh Bukhari.

Sebelumnya, seorang warga Banda Aceh, Boy, kepada Serambi, Kamis (10/1/2019) menyatakan lebih memilih transit di Kuala Lumpur terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jakarta.
“Saya sudah pesan tiket untuk keberangkatan dari Banda Aceh ke Jakarta dengan transit di Kuala Lumpur. Untuk rute ini ternyata lebih murah dibandingkan langsung ke Jakarta yang harga tiketnya hampir 3 juta rupiah per orang. Apabila kita transit di Kuala Lumpur harga tiketnya justru di bawah 1 juta rupiah per orang,” ujar Boy membanding.
Boy mengaku, kenaikan harga tiket penerbangan domestik kali ini terasa sangat berat, apalagi untuk perjalanan pribadi.
Bagi pebisnis seperti Boy yang sering bolak-balik Banda Aceh-Jakarta kenaikan harga tiket pesawat kali ini ia pantas keluhkan.
“Kalau mau ke Jakarta sekarang dari Banda Aceh benar-benar berat di ongkos jadinya,” kata Boy.
Tak hanya yang ingin ke Pulau Jawa, warga Banda Aceh yang ingin ke Padang Sumatera Barat, juga memilih menempuh jalur via Kuala Lumpur.
Padahal Padang dan Aceh sama-sama berada di Pulau Sumatera, dan hanya terpisah oleh satu provinsi, yaitu Sumatera Utara.
Adalah Dr M Adli Abdullah MCL, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ini, yang mengungkapkan sering pergi ke Padang melalui Kuala Lumpur.
Adli mengatakan, dia kerap menjenguk anaknya yang kuliah di Uiversitas Andalas Padang.
“Sekarang, kalau mau pergi ke seluruh Indonesia lebih murah naik AirAsia dan kita transit via Kuala Lumpur. Anak saya ada yang kuliah di Universitas Andalas. Nah, kalau saya mau ke Padang dari Aceh, dulu jalurnya adalah Banda Aceh-Kuala Namu-Bandara Padang. Tapi sekarang, jalur Banda Aceh-Kuala Lumpur-Padang jauh lebih murah,” ujarnya.
Adli pun membanding, Banda Aceh-Padang naik AirAsia via Kuala Lumpur ongkosnya hanya Rp 826.000. Sedangkan Padang-Medan saja naik Lion Air tiketnya Rp 1.464.000. Belum lagi ongkos Banda Aceh-Medan.
“Nah, kalau naik Garuda dari Banda Aceh ke Padang via Jakarta tiketnya malah 4.364.700 rupiah. Ini yang membuat saya atau istri lebih memilih via Kuala Lumpur kalau ingin ke Padang. Faktanya, lebih murah ke negara orang,” sebut Adli.
Data dihimpun Serambinews.com dari curhatan warga di media sosial, kenaikan harga tiket ini “gila-gilaan”.
Garuda dari biasanya Rp 1,4 juta sekarang Rp 2,9 juta. Batik juga dari Rp 1,1 juta sekarang Rp 2,5 juta.
Kenaikan harga ini juga membuatnya untuk beralih penerbangan dari Banda Aceh transit Kuala Lumpur, selanjutnya ke Jakarta.
Warga Aceh berharap kenaikan harga tiket untuk penerbangan domestik hendaknya segera ditinjau oleh Menteri Perhubungan dan diturunkan kembali.
“Tadi sempat saya cek di Traveloka, ternyata keberangkatan 17 Januari 2019 dari Banda Aceh ke Jakarta harganya hampir 3 jutaan rupiah. Saya merasa berat atas kenaikan harga ini, semoga secepatnya ada penurunan,”kata Suryadi.
Harga Tiket Domestik
Tiket Batik Air Banda Aceh-Jakarta Rp 2.559.000/orang.
Citilink transit di Kualanamu Rp 1.998.000/orang.
Lion transit di Kualanamu Rp 1.888.000- Rp 2.212.000/orang.
Sementara penerbangan AirAsia dari Banda Aceh ke Jakarta via Kuala Lumpur hanya Rp 879.700/orang.
Sementara pada tanggal 13 Februari 2019, harga tiket Garuda dari Banda Aceh ke Jakarta Rp 2.962.700/orang.
Batik Air dari Banda Aceh Rp 2.559.000/orang.
Citilink transit Kualanamu Rp 1.998.000/orang.
Lion transit Kualanamu Rp 1.888.000- Rp 2.212.000/orang.
Sedangkan Air Asia transit ke Kuala Lumpur harga tiketnya mulai Rp 716.700/orang.
Penerbangan naik Garuda dari Jakarta ke Banda Aceh pada 20 Maret 2019 mencapai Rp 3.057.700/orang.
Batik Air Banda Aceh-Jakarta Rp 2.609.000/orang.
Citilink transit Kualanamu Rp 2.013.000/orang.
Lion transit Kualanamu mulai Rp 1.918.000- Rp 2.242.000/orang.
Sedangkan transit naik AirAsia ke Kuala Lumpur, harga tiketnya hanya Rp 693.700/orang. (Serambinews.com/Zainal Arifin M Nur)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Fenomena Baru di Aceh, Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Fenomena Baru di Aceh, Warga Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta, http://style.tribunnews.com/2019/01/12/fenomena-baru-di-aceh-warga-ramai-ramai-bikin-paspor-untuk-pergi-ke-jakarta?page=all.