Wahana Sepeda Gantung Lengkap dengan Flying Fox Segera Hadir di Balikpapan, di Sini Lokasinya
SMKN 5 Balikpapan ikut ambil meramaikan dunia pariwisata di Kota Balikpapan, Kaltim, dengan membangun wahana sepeda gantung dan flying fox.
Penulis: Budi Susilo | Editor: Doan Pardede
Wahana Sepeda Gantung Lengkap dengan Flying Fox Segera Hadir di Balikpapan, di Sini Lokasinya
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Dalam rangka memajukan dunia pariwisata bahari, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Balikpapan ikut ambil bagian dengan membangun wisata Pantai Nirmala yang ada di Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Sekolah kejuruan yang fokus di bidang pelayaran dan kelautan ini membangun arena permainan di Pantai Nirmala di Lamaru Kecamatan Balikpapan Timur, berupa sepeda gantung dan flying fox.
Hal ini disampaikan Muhammad Arifin, Kepala SMKN 5 Kota Balikpapan, saat bersua dengan Tribunkaltim.co pada Sabtu (26/1/2019) siang.
“Kenapa kami ikut ramaikan dunia wisata Balikpapan, supaya wisata daerah kita beragam, banyak disukai orang. Kita harus tata baik wisata kita, dari kesadaran kita masing-masing,” ungkapnya di Jalan Mentari, Kelurahan Lamaru.
Hasil Indonesia Masters 2019 - Dikalahkan Jepang, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Gagal Tembus Final
Tak Tega Memukul, Warga Langsung Bawa Ibu yang Ketahuan Menjambret Ini ke Kantor Polisi
Arifin menuturkan bahwa inilah untuk pertama kalinya SMKN 5 Balikpapan ikut berkontribusi meramaikan dunia pariwisata di Balikpapan.
Salah satu alasan, kata dia, gedung SMKN 5 Balikpapan sangat berdekatan dengan Pantai Nirmala, sehingga tak ada salahnya untuk ikut membangun.
“Sekarang lagi proses penggarapan. Kami pesan dari luar untuk aksesorinya. Insyaallah, masuk bulan Februari kami perkenalkan, bisa dipakai pengunjung wisatawan Pantai Nirmala,” ungkapnya.
Anggaran untuk pengadaan pernak-pernik permainan sepeda gantung dan flying fox diambil disediakan oleh sendiri oleh sekolah.
Secara kebetulan, di SMKN 5 Balikpapan Timur ada unit produksi yang menjalankan usaha seperti pengelasan besi dan ternak ikan Lele.
Hasil keuntungan dari unit produksi ini diambil sebagian untuk membuat sepeda gantung dan flying fox yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 20 juta.
“Sudah jadi arena permainannya, pengunjung bisa pakai tetapi dikenakan biaya. Hasil bayarannya nanti buat untuk balik modal lagi unit usaha SMK, diputar uangnya,” katanya.
Dia pun sangat berharap, melalui kegiatan tersebut, SMKNegeri 5 mampu memberikan yang terbaik bagi dunia wisata di Balikpapan.
Buruan Daftar Blackpink Cover Challenge Competition di Balikpapan, Gratis!
Ahok BTP Hapus Semua Foto Bersama Veronica Tan dan Unfollow Akun Instagram Mantan Istri
Dia percaya, melalui wisata bisa memberikan efek positif yang meluas bagi siapa pun di Balikpapan.
“Cita-cita kami ke depan sekolah kami jadi tempat wisata edukasi. Orang bisa belajar berkebun, belajar beternak ikan, bisa bermain di alam pantai yang bebas. Enak, sekolah jadi tempat yang menyenangkan bagi semua orang,” ungkapnya.
Dulu Bernama Panti Sosial
Pantai Nirmala masih baru dan kehadirannya belum genap satu tahun
Sebelumnya pantai ini bernama Pantai Sosial.
Lalu masyarakat setempat di Lamaru bersepakat memberi nama baru dengan sebutan Pantai Nirmala, yang sengaja dijadikan tempat wisata pantai.
Penyebutan nama Pantai Nirmala bukan dari nama seseorang atau merek tertentu.
Sapaan Pantai Nirmala mulai resmi diberlakukan sejak 30 September 2018 pagi.
Hal ini diungkapkan Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Nirmala, Mujib Ridwan kepada Tribunkaltim.co.
“Nama Nirmala itu hanya singkatan saja. Nirmala kepanjangannya niat rame-rame masyarakat Lamaru. Maka jadilah nama Nirmala,” kata pria berkulit gelap ini.
Letak Pantai Nirmala tidak jauh dari lokasi monumen makam Jepang Lamaru.
Siapa pun yang berkunjung ke Pantai Nirmala bisa sekalian wisata sejarah masa lalu pada zaman perang dunia, menjadi lokasi pertempuran antara tentara Jepang dengan pihak sekutu.
“Sudah banyak yang berkunjung kesini (Pantai Nirmala). Anak-anak sekolah dari taman kanak-kanak banyak yang belajar disini. Belajar sejarah sama belajar berkebun, bertani bercocok tanam sampai melihat budidaya ikan,” ujarnya.
Fantastis, Durian J-Queen di Tasikmalaya Ini Laku Rp 14 Juta per Buah, Gegara Keharumannya?
Teriakan Histeris Ibu Muda Ini Hebohkan Warga, Sebut Janin 9 Bulan di Rahimnya Mendadak Hilang
Menerapkan Penta Helix Model
Langkah SMKN 5 ikut meramaikan dunia pariwisata bahari di Balikpapan dinilai tidak menjadi persoalan, dan merupakan sebuah langkah yang harus dicontoh.
Penilaian ini disampaikan oleh Yogiana Mulyani, Dosen Pariwisata dari Politeknik Negeri Balikpapan kepada Tribunkaltim.co
Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata terutama yang mengambil konsep wisata eco tourisme atau education tourisme sah bisa dilakukan siapa saja tanpa terkecuali.
Jika semua pihak ikut turun tangan, maka ini sesuatu yang sangat positif, membawa angin segar bagi dunia wisata Kota Balikpapan.
“Bisa dilakukan siapa saja, baik perorangan maupun kelompok. SMKN 5 Balikpapan yang akan kembangkan wisata bahari patut diapresiasi. Ini kesadaran suatu kelompok ingin ikut ramaikan dan memajukan wisata Balikpapan,” ujarnya.
Menurutnya, membangun dunia wisata sekarang ini tidak bisa secara terpisah-pisah, hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata. Membangun industri wisata perlu melibatkan semua pihak.
“Harus sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, media massa, dan komunitas. Dalam teori ini sering disebut penta helix model. Ini jadi kunci keberhasilan membangun wisata di suatu daerah,” katanya.
Dia pun berharap, semua pihak bisa mengambil contoh, jadi pelajaran penting dan berharga.
Penerapan konsep penta helix model perlu mewabah secara meluas di Kota Balikpapan.
Satu sama lain dengan yang lainnya mesti ada peran, sama-sama membangun wisata Kota Balikpapan.
“Satu elemen saja tidak bisa kembangkan wisata sendiri, perlu semua elemen ikut berperan,” tegas Yogiana.