Warga Manggar, Balikpapan Ngebor Sumur Keluar Gas Disertai Jilatan Api, Enam Rumah Terbakar
Warga Jalan Manggar Indah RT 31, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Senin (28/1) sore geger lantaran ada semburan dari dalam tanah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Jalan Manggar Indah RT 31, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Senin (28/1) sore geger lantaran ada semburan dari dalam tanah di kawasan tempat tinggal mereka. Warga semakin kaget, semburan itu kini berubah menjadi api.
Informasi yang dihimpun Tribun, semburan tersebut berasal dari galian sumur bor di salah satu rumah warga. "Ini bukan air. Gas ini. Sudah terbakar," kata Idris, salah seorang warga di lokasi kejadian.
"Di Manggar sari, lokasi semburan yang tadi meledak. Sudah terbakar. Hubungi pemadam segera, besar apinya," sambung Idris.
Baca: 2 Amunisi Juara Persib Bandung Musim 2014 Optimistis Bawa Bogor FC ke Liga 1
Baca: YLKI Tuding Ada Permainan Kartel dalam Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Begini Bantahan Citilink
Saat dikonfirmasi sesaat setelah kejadian, Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko membenarkan kejadian tersebut. "Anggota sudah monitor. Saya di TKP," katanya.
Bau gas tercium dari lokasi kebakaran. Kendati demikian petugas pemadam kebakaran tetap gigih menyemprot air ke rumah warga yang terdampak api.
Pantauan Tribun di lokasi kejadian, listrik di pemukiman warga dimatikan. Gelap bila berjalan tanpa penerangan.
Aparat keamanan sibuk mengondisikan warga yang memadati sekitar lokasi kebakaran. Petugas Polsek Balikpapan Timur menggunakan pengeras suara meminta warga menjauh dari titik api. "Segera menyingkir dari titik api. Demi keselamatan kita semua. Tolong menjauh radius 25 meter dari TKP," seru AKP Sarjiono, Kanit Sabhara Polsek Balikpapan Timur.
Sebagian warga yang mendengar imbauan tersebut langsung minggir. Namun ada saja warga yang masih kekeh mendekati api, lantaran penasaran. Petugas BPBD dan Polisi tak habis akal, mereka berjaga di akses gang masuk ke TKP.
Setiap warga mendekat langsung diarahkan menyingkir. Tampak juga warga yang lalu lalang membawa koper dan barang perabot rumah, seperti kipas angin, tilam dan rekan-rekannya. "Takut, mas. Makanya kita keluarin barang semampu kita dari rumah," kata warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kebakaran.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi mendatangi lokasi kebakaran di Manggar Sari, malam hari. Mengenakan jaket hitam dan helm safety, Rizal mendekati titik semburan api yang membakar rumah warga.
Baca: Mekanisme Perekrutan PPPK atau P3K serta Bidang yang Diprioritaskan, Bakal Dibuka Februari 2019
Kepada Tribun, Rizal mengaku prihatin atas kejadian ini. Balikpapan punya pengalaman yang serupa beberapa tahun lalu, juga di wilayah Balikpapan Timur. "Masyarakat yang ngebor air tanah, semestinya minta izin ke kita (pemerintah). Supaya kita bisa mengawal," katanya.
Terutama warga di kawasan Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan. Lantaran kawasan tersebut merupakan daerah rawan, karena disinyalir terdapat aliran gas bumi di dalam tanah.
"Kita punya pengalaman beberapa tahun lalu. Hati-hati. Minta ajukan pemohonan izin ke kita (pemerintah) agar kita bisa mengawal," ucapnya.
Menurut Rizal, kebanyakan warga tak tahu risiko bila melakukan pengeboran air tanah di dua kecamatan di Balikpapan tersebut. "Bukan bandel, tapi kebanyakan tidak tahu. Jadi kan, kita harus hati-hati. Pengalaman ini jadi pelajaran," tuturnya.
Pengakuan, salah seorang warga Manggar Sari, Andre, kebakaran itu bermula dari semburan air yang diduga mengandung gas. Tiba-tiba, semburan itu berubah menjadi api yang membara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/manggarsari3.jpg)