193 Warga Bangladesh Disekap dalam Ruko di Medan, Ketahuan karena Ada Teriakan Minta Tolong

Penemuan penyekapan 193 warga Bangladesh ini diketahui saat masyarakat mendengar suara gaduh serta teriakan minta tolong dari dalam ruko tersebut.

193 Warga Bangladesh Disekap dalam Ruko di Medan, Ketahuan karena Ada Teriakan Minta Tolong
(Tribunnews.com/Dok Polrestabes Medan)
Suasana saat para imigran dibawa dari ruko tempat mereka disekap dan dibawa ke Polrestabes Medan. 

Namun, dia tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian dan perizinan penyalur tenaga kerja.

Pengawas tersebut mengaku ratusan WN Bangladesh itu akan dipulangkan ke negara asalnya.

Sejumlah warga Bangladesh yang ditanyai warga mengatakan telah empat bulan berada di Indonesia. Ada warga yang masuk ke Indonesia melalui jalur legal seperti dari Jakarta dan Bali.

WN Bangladesh ini mengaku membayar sejumlah uang kepada agen.

Mereka dijanjikan pekerjaan di Malaysia.

Di tempat penampungan yang lama, ratusan warga Bangladesh ini mulai sering tidak mendapatkan makanan dan minuman dari sang agen.

 

Ramalan Zodiak Jumat 8 Februari 2019, Ada yang Dapat Peluang Bisnis Besar hingga Siap-siap Kencan

14 Penerbangan dari Batam Dibatalkan, Pihak Bandara Sebut Sudah Menurun Dibanding Minggu Lalu

Sampai akhirnya pada Senin (4/2/2019) malam, mereka diangkut dengan truk dan ditempatkan di ruko itu.

Pihak kepolisian langsung membawa ratusan WN Bangladesh tersebut ke Mapolresta Medan, Rabu dini hari.

Setelah dimintai keterangan, polisi mengirim mereka ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subroto.

Ratusan WN Bangladesh itu kini ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita kirim ke Rumah Detensi Imigrasi karena pertimbangan ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan tidak memungkinkan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Medan Fery Monang Sihite. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "193 Warga Bangladesh Ditemukan Disekap dalam Ruko di Medan",

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved