Kamis, 23 April 2026

Demo RPU di Balikpapan Berakhir Rusuh, Berikut Daftar Korbannya

Namun dirinya masih merasa pusing di bagian kepala dan dada sedikit sakit dan sesak. Diakuinya, Ia sudah di USG kemarin tapi hasilnya belum dilihatnya

Penulis: Aris Joni |
Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani
Aksi dorong antara massa dan aparat kepolisian terjadi dalam unjuk rasa penuntasan dugaan korupsi RPU. Beberapa mahasiswa tampak harus dibawa untuk dapatkan penanganan medis dalam aksi unjuk rasa tersebut, Senin (9/1/2019) 

Demo RPU di Balikpapan Berakhir Rusuh, Berikut Daftar Korbannya

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Aksi demo terkait Rumah Potong Unggas (RPU) yang terjadi di jalan Jendral Sudirman, Kota Balikpapan pada Senin (11/2/2019) kemarin, menimbulkan bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan.

Imbas dari dilakukannya demo, ada belasan mahasiswa terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Jumlah tepatnya 14 orang. 

Live Streaming Madura United vs Timnas Indonesia U-22 Sore Ini Jam 15.00 WIB

Dirawat Inap di RS Bhayangkara, 1 Mahasiswa Harus Jalani CT Scan Pasca Bentrok Demo RPU

11 Mahasiswa Keluar RS, Kapolres Tanggung Biaya Perobatan Dan Persilakan Ajukan Komplain

Ketua umum HMI Cabang Balikpapan, Rizqi Usman menjelaskan, terdapat belasan mahasiswa yang terluka pasca bentrokan yang terjadi pada aksi tersebut dan mahasiswa yang terluka itu langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan.

"Saya juga menjadi salah satu korban dalam bentrok itu," ucap dia.

Diketahui, berikut daftar nama-nama peserta aksi yang menjadi korban dalam bentrokan : 

1. ROBI (GMKI)
2. ARDI (HMI)
3. IQBAL MULYONO (HMI)
4. RAHARDIAN (HMI)
5. DANDI (HMI)
6. GIS (HMI)
7. DERI (HMI)
8. RIZQI USMAN (HMI)
9. YOSEP (GMNI)
10. ZAINUDIN (PMII)
11. RAFSYAN (HMI)
12. AMIR (PMII)
13. ALWI SIMAMORA (GMKI)
14. RINTO (HMI)

Keseluruh mahasiswa diinformasikan telah keluar dari rumah sakit saat ini. 

Sebelumnya, dilporkan ada belasan mahasiswa yang dilarikan ke Rumah Sakit. 

Namun, saat ini Selasa (12/2/2019), semua mahasiswa telah diperbolehkan pulang.

Salah satunya, Ketua GMNI Cabang Balikpapan, Yosep Wahyudi Sitanggang.

Yosep mengatakan, dirinya dirawat inap dan harus diperiksa oleh dokter karena mengalami cedera dibeberapa bagian tubuh.

Saat ditemui Tribun Kaltim di RS Bhayangkara, Selasa (12/2/2019), Yosep menjelaskan, kondisi terakhir yang ia rasakan sudah lumayan membaik.

Namun dirinya masih merasa pusing di bagian kepala dan dada sedikit sakit dan sesak. Diakuinya, Ia sudah di USG kemarin tapi hasilnya belum dilihatnya.

Saat ini dirinya telah diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit.

"Yang saya ingat kemarin itu saya ditarik, kemudian dipukul. Kepala ditarik. Ada juga pake pentungan. Aku gak tau siapa karena dari belakang," ujarnya.

Ia menambahkan, pasca aksi ini, ia tetap akan mengawal kasus yang menjadi tuntutan massa sampai tuntas. Selain itu, dirinya juga mengecam keras tindakan dari tidakan kepolisian.

"Untuk laporan kami akan konsilidasikan. Yang jelas persoalan ini tidak akan di tolerir lagi," pungkasnya.

Ketua HMI Komisariat Hukum Uniba, Iqbal Mulyono yang mendapat rujukan ke RSKD, Balikpapan.
Ketua HMI Komisariat Hukum Uniba, Iqbal Mulyono yang mendapat rujukan ke RSKD, Balikpapan. (Tribunkaltim.co/ Aris Joni)
Ketua HMI Komisariat Hukum Uniba, Iqbal Mulyono yang mendapat rujukan ke RSKD, Balikpapan
Ketua HMI Komisariat Hukum Uniba, Iqbal Mulyono yang mendapat rujukan ke RSKD, Balikpapan (Tribunkaltim.co/ Aris Joni)

Terpisah, Ketua HMI Komisariat Hukum Uniba, Iqbal Mulyono yang juga menjadi salah satu korban bentrokan pada demo tersebut mengatakan, dirinya dirawat inap dan hari ini ia dirujuk oleh pihak RS Bhayangkara ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Balikpapan untuk melakukan CT Scan.

"Hasil pemeriksaan harus dirujuk ke RSKD Balikpapan untuk CT Scan, karena ada potensi retak dibagian kepala belakang sebelah kanan akibat benturan keras," ungkapnya saat diwawancara di RS Bhayangkara, Balikpapan. (*) 

Polres Balikpapan Tanggung Biaya Perawatan

Sementara itu, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra saat dikonfirmasi mengatakan seluruh biaya perawatan belasan mahasiswa ditanggung Polres Balikpapan.

"Kami datangi (rumah sakit) ada pihak keluarga juga. Saya bertanggungjawab. Semua biaya pengobatan kepolisian yang tanggung," katanya.

Aksi dorong antara massa dan aparat kepolisian terjadi dalam unjuk rasa penuntasan dugaan korupsi RPU. Beberapa mahasiswa tampak harus dibawa untuk dapatkan penanganan medis dalam aksi unjuk rasa tersebut, Senin (9/1/2019)
Aksi dorong antara massa dan aparat kepolisian terjadi dalam unjuk rasa penuntasan dugaan korupsi RPU. Beberapa mahasiswa tampak harus dibawa untuk dapatkan penanganan medis dalam aksi unjuk rasa tersebut, Senin (9/1/2019) (Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani)

"Saya bilang sampai sembuh. Yang perlu dironsen atau apapun silakan," sambungnya.

Disinggung terkait pernyataan mahasiswa yang hendak melaporkan oknum aparat yang melakukan tindakan kekerasan. Wiwin mempersilakan hal tersebut.

"Kalau ada komplain dari mereka, silakan. Ada mekanismenya," tuturnya.

Wakapolda Kaltim Brigjen Eddy Sumitro bersama Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra menjenguk mahasiswa pasca aksi unjuk rasa kawal kasus korupsi dan banjir di Balikpapan.
Wakapolda Kaltim Brigjen Eddy Sumitro bersama Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra menjenguk mahasiswa pasca aksi unjuk rasa kawal kasus korupsi dan banjir di Balikpapan. (Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani)

Ditambahkannya, ia bersama Wakapolda Kaltim Brigjen Eddy Sumitro sempat menjenguk mahasiswa yang dirawat di 2 rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit Pertamina.  (*) 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved