LTMPT Perpanjang Jalur Seleksi SNMPTN 2019, Siswa SMK Disebut Punya Peluang Kecil Lulus
Berkaitan dengan itu, panitia pelaksana meminta pada siswa SMK pendaftar agar melakukan cek ulang tentang status yang memenuhi syarat.
Kalian harus mendaftar SNMPTN sebelum waktu yang telah ditentukan berakhir tepatnya sebelum jadwal cetak bukti pendaftaran jika hal itu diabaikan dipastikan kalian tidak akan bisa mendaftar lagi, biasanya jadwal cetak dilakukan berbarangan dengan ujian nasional atau UNBK, jadi kalau mau daftar ya memang harus sebelum itu, selain itu memang waktu pendaftaran juga sudah habis jika sudah cetak bukti ini hanya sebagai pengingat saja supaya kalian tidak terlena dan terlalu bersantai.
Jalur SNMPTN 2019 ini terbuka bagi siswa/siswi lulusan Sekolah Menegah Atas, Sekolah Menegah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan sekolah sederajat lainnya.
Namun, siswa lulusan SMK disebut memiliki peluang yang kecil untuk diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN ini.
Pasalnya, saat mendaftar mereka terkendala adanya aturan pelampiran akreditasi.
Status akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mendaftar SNMPTN 2019 mengalami perubahan.
Panitia pelaksana SNMPTN 2019 memastikan, akreditasi yang digunakan untuk SMK adalah akreditasi satuan pendidikan (sekolah) dan bukannya tingkat jurusan.

Perihal ini disampaikan oleh atas nama Ketua Pelaksana Eksekutif SNMPTN 2019, Budi Prasetyo Widyobroto, dalam surat edarannya, yang kemudian diunggah ke akun Twitter Sekretariat SNMPTN.
Sedangkan bagi SMK yang pada saat pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tidak melampirkan sertifikat akreditasi sekolah maka dianggap tidak terakreditasi sehingga kuota yang diterima hanya 5%.
Berkaitan dengan itu, panitia pelaksana meminta pada siswa SMK pendaftar agar melakukan cek ulang tentang status yang memenuhi syarat (eligibilitas) untuk mendaftar SNMPTN 2019.
Sekolah dengan akreditasi A dapat mendaftarkan 40% siswa terbaik di sekolahnya, yang terakreditasi B 25% terbaik dan sekolah akreditasi C memiliki kuota 5% siswa terbaik yang dapat mendaftar.
Kendala yang dialami pelajar SMK juga diakui Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr H Aminuddin Prahatama Putra
Merujuk pada surat edaran panitia pusat LTMPT sekolah menengah kejuruan diminta untuk melampirkan akreditasi Satuan Pendidikan (Sekolah), bukan lagi akreditasi program keahlian.
"Jadi sekolah khususnya SMK saat ini terkendala dengan aturan akreditasi program keahlian (jurusan) sehingga kuota siswa yang eligibel secara nasional baru terisi 5%," jelasnya.
Sehubung itupula, Aminuddin pun mengimbau kepada SMK di Kalsel agar memeriksa ulang pengisian PDSS lagi.
Selain itu, pihak sekolah juga segera melampiran akreditasi Satuan Pendidikan (Sekolah) bukan lagi akreditasi program keahlian.
