Dua Nelayan Sempat Dikabarkan Hilang, BPBD Keluarkan Peringatan Waspada di Perairan Bontang
BPBD mengimbau warga khususnya nelayan agar menghindari untuk berkativitas di laut sementara waktu ini hingga kondisi cuaca kembali normal.
Dua Nelayan Sempat Dikabarkan Hilang, BPBD Keluarkan Peringatan Waspada di Perairan Bontang
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengeluarkan peringatan waspada gelombang tinggi di perairan Bontang dan sekitarnya, Jumat (15/2/2019).
BPBD mengimbau warga khususnya nelayan agar menghindari untuk berkativitas di laut sementara waktu ini hingga kondisi cuaca kembali normal.
Kepala BPBD, Ahmad Yani mengatakan cuaca beberapa hari kedepan cukup berbahaya untuk beraktivitas di laut. Tinggi gelombang sementara ini terpantau di atas 1,5 meter dengan kecepatan angin 10 knot.
“Bisa lebih tinggi kalau ombak di perairan terbuka, jadi sementara ini kalau hanya ingin memancing untuk hobi saja tunda dulu,” kata Yani kepada tribunkaltim.co
• Cek Jadwal Event dan Promo di Plaza Balikpapan Akhir Pekan Ini
• Lihat Foto-foto Masa Kecil Raisa dan Hamish Daud, Bayi Mereka Lebih Mirip Siapa ?
• Perjalanan Karir dan Pendidikan CEO Bukalapak Achmad Zaky , Pernah Dapat IPK 4.00
Dia mengatakan, kondisi cuaca beberapa hari ini cukup berbahaya. Bahkan, dua nelayan Bontang sempat dikabarkan hilang saat memancing.
Namun, keduanya berhasil ditemukan petugas di perairan Kutai Timur. Kondisi gelombang tinggi membuat motor perahu mereka rusak, akhirnya terombang ambing beberapa jam di perairan.
“Kemarin ada dua nelayan sempat hilang, tidak bisa dihubungi. Tapi sehari kemudian petugas temukan diperairan Kutim dalam kondisi selamat,” ujar Yani.
Pun demikian, bagi nelayan yang tetap ingin melaut supaya lebih memperhatikan keselamatan, seperti memastikan alat komunikasi, pelampung dan kondisi perahu.
Namun ia mengimbau agar nelayan memancing tak jauh keluar perairan terbuka. Sebab, informasi yang diterima ombak cukup besar dan berbahaya bagi perahu nelayan.
Kurangi Penumpang, Jasa Penyeberangan Beras Basah Tetap Operasi
Peringatan gelombang tinggi di perairan Bontang ditanggapi serius oleh Asosiasi Penyeberangan Beras Basah.
Wakil Asosiasi, Bustan membenarkan kondisi gelombang di perairan tengah tinggi-tingginya. Namun, kondisi itu tak membuat penyeberangan ke Beras Basah ditutup.
“Kami tetap operasi besok, tapi dengan kewaspadaan karena memang gelombang tinggi,” ujar Bustan saat ditemui Tribunkaltim.co, di dermaga penyeberangan Beras Basah, Tanjung Laut.
Ia mengatakan, tinggi gelombang di perairan rute penyeberangan Beras Basah masih tergolong aman untuk kapal penyedia jasa. Rata-rata perahu penyedian jasa ini berukuran 5 Gross Tonage (GT) masih mampu melalui ombak dengan tinggi 1 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kurangi-penumpang.jpg)