Waduk Samboja Terancam Tambang, Apa Dampaknya? Ini Analisa Ketua Forum DAS Kaltim
SUNGAI memang harus dilindungi, karena sungai melindungi hidup kita. Jika tak dilindungi, sungai bisa terancam bahaya
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
Oleh: Dr Mislan, Ketua Forum DAS Kaltim
TRIBUN KALTIM.CO - SUNGAI memang harus dilindungi, karena sungai melindungi hidup kita. Jika tak dilindungi, sungai bisa terancam bahaya. Apalagi bendungan, yang dibangun dengan pertimbangan sangat matang.
Ada beberapa fungsi bendungan atau waduk. Pertama, sebagai sumber air irigasi pertanian. Jika waduk rusak, bisa dihitung petani yang kehilangan sawahnya. Kemudian waduk berfungsi untuk pengendalian banjir. Ketiga untuk konservasi sumber daya air.
Jika di situ ada bendungan, ada air, maka kelembaban akan terjaga. Kebakaran hutan dan lahan akan terkurangi, karena lembab. Sebaliknya, kalau ada kegiatan yang cenderung merusak waduk, misalnya penambangan, penebangan hutan, pembuangan sampah, maka akan membahayakan waduk.
Air baku petani akan hilang, petani hilang kerjaan, kita kesulitan pangan. Itu ruginya turunan. Beruntun ruginya. Tanpa bendungan pengendalian banjir, maka saat banjir akan menimbulkan kerugian besar. Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan kita tak punya stok air ubtuk memadamkan api.
• Banjir Ancam Warga Sekitar Waduk Samboja, Bupati Kukar Minta Aktivitas Tambang Dihentikan
Kalau tambang ilegal tak boleh ada ampun. Harus dibersihkan. Jika tidak, kita tunggu azabnya. Tapi, yang kena dampak rusaknya sungai adalah warga sekitar. Bukan penambangnya. Oleh sebab itu, masyarakat yang akan terkena dampaknya ini harus pro aktif melaporkan.
Di Samboja, terkenal dengan istilah tambang 'Spanyol', artinya separuh nyolong. Punya izin di RT 2, tapi menambang sampai RT 7, 8, 9, dibawa ke RT 2. Siapapun backing-nya, itu termasuk maling. Itu jahat.
Dampak pertambangan yang tak terkelola baik untuk Sungai Samboja adalah kualitas air akan turun, akan banyak sedimentasi yang masuk ke sungai. Akibatnya volume tampung turun. Saat hujan, air meluap kemana-mana, jadi banjir. Tak ada tindaklanjut. Coba masyarakat sesekali marah. Kecuali masyarakat sendiri yang menambang, ya biar saja kena banjirnya. Tak usah diurus.
• Menteri Ignasius Jonan Mau Resmikan Jargas Kalimantan Utara Termasuk di Kota Bontang
Kemudian kualitas air. Tambang berpengaruh pada keasaman air. Semakin asam, ikan tak bisa hidup. Biota air tak hidup. Sawah jadi mati. Kalau sungai rusak ya kita repot. Tidak semua warga Samboja dapat sambungan air bersih. Kalau sungainya rusak, berarti mereka harus keluarkan uang untuk beli air. Belum lagi dampak banjir dan lainnya. Jadi, kerugiannya pasti berantai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-forum-das-kaltim.jpg)