Pilpres 2019
Biasa Saling Serang, Perseteruan Tsamara Amany dan Faldo Maldini Sirna Lewat Lagu Kangen
Dua politikus muda yang tengah naik daun, Tsamara Amany dan Faldo Maldini, selama ini dikenal sebagai seteru.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Dua politikus muda yang tengah naik daun, Tsamara Amany dan Faldo Maldini, selama ini dikenal sebagai seteru.
Hal itu karena keduanya berbeda dalam pilihan politik di Pilpres 2019. Tsamara Amany merupakan pendukung capres Joko Widodo (Jokowi), sedangkan Faldo Maldini pendukung capres Prabowo Subianto.
Tsamara Amany tercatat sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sementara Faldo Maldini kader Partai Amanat Nasional (PAN).
Perseteruan Tsamara Amany dan Faldo Maldini kerap terlihat dalam debat publik maupun di media sosial.
Meski suka saling serang, tapi bagaimanakah hubungan keduanya di luar debat?
Ternyata dua idola kaum millenial ini sangat bersahabat, seperti hubungan Rocky Gerung dan Akbar Faizal.
Hal itu juga diakui sendiri oleh Tsamara Amany.
Wanita berusia 22 tahun itu mengaku sudah tak terhitung berapa kali terlibat cekcok dengan Faldo Maldini di forum debat.
Bahkan seusai debat, dirinya dan Faldo Maldini sama-sama dibully.
Baca juga: Kaget Dengar Jawaban Prabowo soal 'Korupsi yang Tak Seberapa', Ini Tanggapan Tsamara Amany
Rupanya penilaian soal "seteru abadi" itu terbantahkan saat Tsamara Amany dan Faldo Maldini tampil sepanggung.
Mereka duet menyanyikan lagu "Kangen" yang dipopulerkan Dewa 19.
Aksi panggung Tsamara Amany dan Faldo Maldini itu terjadi saat perayaan HUT ke-11 tvOne beberapa waktu lalu.
"Mungkin sudah tak terhitung lagi berapa kali saya & @faldomaldini berdebat untuk meyakinkan publik tentang pilihan politik masing-masing. Usai perdebatan, biasanya kita sama-sama dibully. Tapi mungkin teman-teman semalam kaget melihat kami nyanyi berdua layaknya teman. Padahal begitulah kenyataannya. Kami memang teman. Meski berbeda, untuk Indonesia, kami bisa bersatu.
Semalam di ulang tahun ke-11 TV one, saya merasakan bahwa politik memang tak selalu tentang perbedaan, tapi juga tentang pertemanan. Untuk sejenak, kita lupa tentang Pemilu. Bersama bergandengan tangan kita menjadi Indonesia. Acara ini bukan hanya tentang performance di panggung, tapi proses menuju panggung. Kami, “The Millennials”, latihan berkali-kali untuk menghibur kalian semua. cc @rahayusaraswati @rianernest @dr.irene13 @chafrederica @gamalalbinsaid @cakra_cyp
Alhamdulillah, kayaknya sih performance kami berhasil ya, sampai-sampai Ibu menteri terkeren @susipudjiastuti115 menghampiri kami dan memeluk kami satu per satu. Minta foto pula! Kapan lagi diajak foto menteri keren ini coba?
Padahal pas di backstage tadinya sempat nervous melihat Pak Karni & Bu Susi duet. Gak pede mau nyanyi depan mereka!," tulis akun Instagram @tsamaradki, yang diunggah 15 Februari 2019.
Baca juga: Cuitan CEO Bukalapak Viral, Faldo Maldini Sarankan Achmad Zaky Terjun ke Politik
Susana kompak juga terlihat setelah Tsamara Amany dan Faldo Maldini berduet menyanyikan lagu "Kangen".
Para politikus muda dari dua kubu capres yang berbeda, bernyanyi dan joget bersama di acara HUT ke-11 tvOne yang mengusung tema "Beda itu Indah".
Tokoh-tokoh yang hadir di acara itu tampak begitu terhibur melihat aksi politikus muda "The Millenials".
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, sampai mendekat ke arah panggung mengabadikan momen tersebut dengan handphonenya.
Berikut video lengkapnya:
Twit War Narasi Kosong
Tsamara Amany pernah terlibat debat panas dengan Faldo Maldini terkait narasi kosong.
Hal itu bermula dari unggahan Twitter @TsamaraDKI, pada Kamis (27/9/2018).
Dalam kicauannya tersebut, Tsamara tidak menuliskan nama untuk siapa tweet tersebut ditujukan.
Ia hanya menuliskan soal narasi kosong yang tidak disertai data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Tak mau percaya dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi mau percaya dengan narasi kosong. Sungguh aneh," kicau Tsamara Amany.
Baca juga: Billboard Bergambar Dirinya Disegel, Tsamara Amany Sebut Sudah Pasang Secara Legal
Atas tweet tersebut, politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini pun berkomentar dengan mempertanyakan narasi kosong yang dimaksudkan oleh Tsamara.
"Narasi kosong yg mana Kawan @TsamaraDKI ? Yang rombongan sirkus? visi-misi kependekan? bikin hoax nyerang diri sendiri? atau sawit yg mempermurah harga gadget ya? Serius mau nanya, biar teman2 makin paham, termasuk saya," jawab Faldo Maldini.

Setelahnya, Faldo juga kembali menuliskan tweet yang ia kaitkan dengan nama Tsamara Amany.
Pada kicauannya, Faldo Maldini mentautkan berita soal tarif baru tol JORR yang dirasa mahal.
"Ini bukan narasi kosong, tapi narasi penuh. Penuh kebodohan
Cc @TsamaraDKI dkk
Tarif Baru Tol JORR Dirasa Mahal, BPJT: Silakan Lewat Jalan Biasa," tulis Faldo Maldini.
Sikap Faldo saat Tsamara Dilecehkan
Pada Januari 2019, Faldo Maldini ikut menanggapi kasus pelecehan perempuan yang dialami Tsamari Amany.
Hal itu bermula dari kicauan caleg Partai Demokrat bernama Taufik Hidayat yang menyebut ingin menampar Tsamara Amany.
Melalui kicauannya itu, Taufik tampak mengunggah foto Tsamara Amany sedang memegang piagam penghargaan kebohongan award dari PSI untuk Andi Arief.
Menurutnya, Tsamara terlalu banyak bicara.
Padahal, tulis Taufik, Tsamara tidak pernah menjadi aktivis maupun tak diketahui saat muda berada di mana.
Faldo Maldini pun ikut menanggapi kasus tersebut.
Ia mengatakan, dirinya kerap kali berkesempatan berbicara sepanggung dengan Tsamara Amany.
Baca juga: Detik-detik Irma Suryani 'Paksa' Budiman Sudjatmiko Gantian Bicara Ladeni Faldo Maldini
Menurut Faldo, dirinya juga kerap mengatakan pada Tsamara bahwa keberadaan perempuan di politik adalah amanat Undang-undang (UU).
Ia lantas mengatakan, merendahkan perempuan itu sama saja dengan merendahkan UU.
Bahkan, juga merendahkan kemanusiaan.
Faldo pun mengatakan, semoga semua pihak bisa saling jaga diri, juga saling memaafkan.
"Di banyak kesempatan bicara sepanggung, saya sering bilang ke @TsamaraDKI keberadaan perempuan di politik itu adalah amanat UU.
Merendahkan perempuan adalah merendahkan UU, sekaligus merendahkan kemanusiaan.
Semoga kita selalu bisa saling menjaga diri, sekaligus saling memaafkan," tulisnya.
Kicauan Faldo ini menanggapi unggahan Tsamara soal ancaman kekerasan yang diterimanya dari caleg Partai Demokrat.
Dalam unggahannya itu, Tsamara mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mendukungnya terkait adanya caleg Partai Demokrat yang menyebutkan akan menampar Tsamara.
"Terimakasih banget pada teman-teman karena kita tahu cara-cara seperti itu, kesombongan seperti patriatis seperti itu orang-orang, politisi laki-laki, yang ingin mencoba mengancam perempuan karena kekerasan berbasis gender harus kita lawan secara berani," paparnya.
"Kekerasan berbasis gender ini harus dilawan secara berani agar orang-orang itu tahu bahwa kita perempuan Indonesia, bahwa kita politisi perempuan tidak akan takut dengan ancaman-ancaman seperti itu," tegasnya.
Jangan lupa follow Instagram tribunkaltim:
Subscribe Youtube newsvideo tribunkaltim:
(TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)