Kamis, 30 April 2026

Ditemukan Lebah Raksasa Sedunia, Ada di Kepulauan Maluku Indonesia

Di Kepulauan Maluku di Indonesia ditemukan lebah raksasa. Ilmuwan temukan lebah betina ini ditempat terpencil yang jarang ada orang menapaki.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
AFP
Lebah raksasa Wallace diduga sudah punah, namun peneliti menemukannya dalam keadaan hidup di Kepulauan Maluku, Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa yang berukuran kira-kira sama dengan ibu jari orang dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup.

Song Song Couple Diterpa Kabar Tak Sedap, Song Hye Kyo dan Song Joong Ki Dirumorkan Bercerai

Praktik Sirkus Hewan Masih Ada, Salah Satu Alasannya Regulasi Masih Lemah

Ular Piton 4 Meter Terkam Ternak Warga di Bontang, Lengan Petugas Sempat Dililit

Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah melihat mereka lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace - saat melakukan perjalanan di Indonesia - berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

"Sangat mengejutkan melihat serangga 'bulldog terbang', yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar," kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

"Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan," katanya.

ILUSTRASI - Binatang lebah berada di taman bunga.
ILUSTRASI - Binatang lebah berada di taman bunga. (Tribunkaltim.co/ilo)

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

LSI Sebut Elektabilitas di Bawah 1 Persen, Partainya Tempat Grace Natalie Optimis Lolos ke Parlemen

Rumahnya Didatangi Polisi, Agustin Warga Kurang Mampu Balikpapan Doakan Kalimantan Aman

lebar sayap ketika direntangkan sekitar 6 centimeter, membuatnya mendapat predikat lebah terbesar di dunia

lebah betina membuat sarang di gundukan rayap, dengan memanfaatkan rahangnya untuk mengambil getah pohon untuk melindungi sarang dari serbuan rayap

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi "spesies hilang" yang mendukung penelitian ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved