Gegara Jarang Masuk Kerja, 2 Kasi Kelurahan di PPU Terancam Sanksi

Dari 3 orang tersebut, 2 diantaranya menjabat Kasi di kelurahan dan satu staf di Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU).

Gegara Jarang Masuk Kerja, 2 Kasi Kelurahan di PPU Terancam Sanksi
Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi
Asisten III Alimuddin dan Inspektur Inspektorat Haeran Yusni 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Sejumlah 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) Penajam Paser Utara (PPU) terancam sanksi karena jarang melaksanakan tugas bahkan lebih 46 hari.

Dari 3 orang tersebut, 2 diantaranya menjabat Kasi di kelurahan dan satu staf di Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU).

Inspektur Inspektorat PPU, Haeran Yusni, Senin (25/2/2019) menjelaskan, dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan terhadap ketiga ASN tersebut.

Nanti hasil dari pemeriksaan ini akan diserahkan kepada bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian.

11 Posko Damkar di Samarinda Siap Padamkam Si Jago Merah, Catat Nomor Telepon Setiap Posko

BREAKING NEWS: Mantan Anggota Dewan Tersangka Kasus Korupsi RPU Dilimpahkan ke Kejaksaan Hari Ini

Ingin Lanjut Kuliah? Ini 5 Perguruan Tinggi Negeri di Samarinda yang Bisa Jadi Pilihan

Ia mengatakan laporan ketiga ASN tersebut sudah diterima sejak seminggu lalu, dan sudah lebih 46 hari mangkir dari tempat kerja.

"Kami akan segera panggil untuk diperiksa. Satu Kasi di Kelurahan Sepan dan satu lagi juga di kelurahan tapi lupa dimana. Satu lagi staf di Dinas Kesehatan dan yang jelas dua pejabat eselon IV," jelasnya.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab PPU, Alimuddin menambahkan, pemeriksaan ini terkait dengan pelanggaran PP53/2010 tentang Disiplin PNS. 

Ia mengatakan, laporan ini bukan hanya dari masyarakat namun juga rekan kerja. Dijelaskannya, sebelumnya juga sudah dilayangkan surat kepada OPD untuk meningkatkan disiplin.

"Bahkan kami mendorong bukan hanya itu, tapi seluruh OPD akan diperiksa karena ini bentuk pengawasan, " ujarnya.

Mengenai sanksi, ia mengatakan ketiganya akan diberikan sanksi apakah ringan, sedang atau berat. Bentuk sanksi nanti akan diputuskan setelah ada pemeriksaan karena akan mendapat informasi mengenai alasan ketiganya tak masuk kerja.

"Kalau alasannya masih bisa dimaklumi tak masalah, tapi tetap akan mendapatkan sanksi, " jelasnya. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved