Kamis, 16 April 2026

Antisipasi Kebakaran, Pemkab Berau Bangun Hidran di Kawasan Pemukiman Padat

Banyaknya musibah kebakaran yang terjadi di bulan Februari 2019 ini, memunculkan kekhawatiran warga.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Musibah kebakaran kerap terjadi di kawasan padat pemukiman, unit pemadam kebakaran kesulitan mengakses lokasi kejadian. Karena itu Pemkab Berau berencana membangun hidran di pemukiman padat dan rawan kebakaran. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Banyaknya musibah kebakaran yang terjadi di bulan Februari 2019 ini, memunculkan kekhawatiran warga.

Terutama yang bermukim di kawasan-kawasan yang padat penduduk.

Camat Tanjung Redeb, Yudha Budisantosa mengatakan, di wilayahnya, ada beberapa kawasan yang padat penduduk yang rawan terhadap musibah kebakaran.

Pasalnya, di kawasan yang padat penduduk, umumnya rumah-rumah warga saling berdempetan.

Tidak jarang atap rumah warga saling bersentuhan, sehingga memudahkan api menjalar.

Satu rumah saja yang terbakar, bisa merembet ke rumah-rumah warga lainnya.

"Seperti di Jalan Milono, Karang Ambun, Jalan Yos Sudarso dan Gang Ketapi. Itu padat sekali," ungkapnya, Jumat (1/3/2019).

Yudha mengatakan, program Kota Tanpa Kumuh benar-benar harus diterapkan untuk mencegah musibah kebakaran di kawasan pemukiman. Pasalnya, selain menyebabkan kerugian yang sangat besar, juga berpotensi jatuhnya korban jiwa.

"Salah satu program Tanpa Kumuh, selain penataan kawasan juga mengurangi tingkat kerawanan kebakaran. Salah satunya pengadaan motor pemadam kebakaran roda tiga, yang bisa memgakses gang-gang sempit. Dan nanti DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang akan membuat hidran," jelasnya.

Sebenarnya, di beberapa kawasan di Tanjung Redeb sudah terdapat hidran, namun tidak berfungsi dengan baik.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Saipul Rahman mengatakan, pihaknya bersama DPUPR memang berencana membangun dan membenahi hidran yang sudah ada.

VIDEO - Kebakaran Lahan di Samarinda, 3 Hektare Lebih Lahan Gambut Diduga Sengaja Dibakar

Curah Hujan di Berau Menurun, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran di Pelabuhan Muara Baru; Jumlah Kapal Ikan yang Terbakar hingga Pangkal Penyebab

Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat, BMKG Minta Pemda Waspada, Salah Satunya Kaltim!

"Bahkan dua minggu sebelum peristiwa kebakaran (di Jalan Milono), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyampaikan (potensi kebakaran kawasan padat penduduk). Kami belum sempat berkoordinasi dengan PUPR ternyata musibah itu sudah terjadi," ungkapnya.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo memang mengistruksikan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar membangun dan membenahi hidran di kawasan padat penduduk untuk mengatasi musibah semacam ini.

"Hidran memang sangat penting, karena tingkat kebakaran sangat tinggi. Banyak kejadian (kebakaran) di pemukiman padat penduduk. Mobil pemadam tidak bisa masuk, ini yang harus dibangunkan hidran," tegasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved