Momen Haru, tak Dipeluk Orangtua, Siswa Polisi Ini Didatangi Kapolda Kaltim
Diantara jumlah 350 siswa Polri tersebut, ada seorang siswa yang tertunduk. Raut wajahnya tampak berbeda dari siswa lainnya.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah 305 siswa Polri tengah berbahagia memeluk orangtuanya, lantaran resmi dilantik Kapolda Kaltim sebagai anggota Polri, Senin (4/3/2019).
Diantara jumlah 350 siswa Polri tersebut, ada seorang siswa yang tertunduk. Raut wajahnya tampak berbeda dari siswa lainnya.
Bayangkan saja, di saat ratusan rekannya memeluk sanak keluarganya, ia hanya terpaku. Tak ada tubuh yang ia peluk. Pun dengan kaki yang bisa ia cium. Namanya Bripda Ilham Nafiudin. Pada hari berserjarah dalam hidupnya. Tak seorang pun keluarga bersamanya.
• Badan Usaha Jalan Tol Minta Pemerinah Segera Lunasi Dana Talangan Tanah Sebesar Rp5,03 Triliun
• Napoli Vs Juventus - Begini Penilaian Media Italia soal Kepemimpinan Wasit dan Diving Ronaldo
• Mahfud MD: Andi Arief Tiap Hari Nyerang Saya Sejak Bilang 7 Kontainer Surat Suara itu Hoaks
Dalam batinnya ia harus kuat. Tetap tersenyum. Tak boleh menangis. Namun, air mengalir dari kelopak matanya. Jatuh menyusuri pipi.
Namun, berkat lain menghampiri dirinya. Tak ditemani keluarga di hari resminya jadi polisi. Ia mendapat kebanggaan lantaran dihampiri pucuk pimpinan tertinggi Polda Kaltim. Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto menepuk bahunya.
"Selamat jadi polisi. Jadi polisi yang baik. Tetap semangat," kata Jenderal bintang 2 memberi semangat.
Kepada Tribunkaltim.co, Iham mengaku sedih. Tak bisa dibohongi perasaan iri, saat melihat rekan-rekannya memeluk sanak keluarganya. Sementara tak satu pun keluarga dirinya berada di Lapangan SPN Balikpapan.
"Iya sedih, mas," tuturnya.
Sebenarnya, Iham telah memberitahu ibunya seminggu sebelum pelantikan hari ini. Namun, memang keadaan keluarga siswa polri asal Tarakan ini tak memungkinkan hadir di Balikpapan.
Ilham merupakan anak yatim. Ayahnya sudah lama tiada. Ibunya hanya pegawai swasta. Di Tarakan, ibunya tinggal berdua dengan saudaranya.
"Tidak bisa datang. Karena gak ada yang menemani. Orangtua tinggal sama kakak. Cuma ibu. Bapak sudah tak ada. Ibu sehari-hari karyawan swasta," ungkapnya.
Kendati demikian, Ilham berkata tetap bersyukur dengan apa yang ia raih hari ini. Ini merupakan pembuktian dirinya sebagai anak. Keberhasilannya tak lepas dari doa dan dukungan orang tua. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/didatangi-kapolda-2.jpg)