Selasa, 26 Mei 2026

Berita Video

VIDEO EKSKLUSIF - Pemilu 2019, Caleg Gagal Berujung Stres Diprediksi Tinggi

Sengitnya persaingan ini diprediksi bakal membuat caleg kalah yang stres. Dan, jika tak segera ditangani berujung menjadi pasien di rumah sakit jiwa.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim |

Jelang Pemilu 2019, Caleg Gagal Berujung Stres Diprediksi Tinggi

TRIBUNKALTIM.CO - Persaingan calon anggota leglislatif (Caleg) tingkatan DPRD Kota/Kabupaten hingga DPR RI pada Pemilu 2019 bakal berlangsung sengit. Berbagai strategi dan sumberdaya, termasuk biaya besar dikeluarkan demi lolos ke parlemen.

Sengitnya persaingan ini diprediksi bakal membuat caleg kalah yang stres. Dan, jika tak segera ditangani berujung menjadi pasien di rumah sakit jiwa.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Derah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, dr Jaya Mualimin SpKJ, Mkes, MARS ikut menjelaskan, bahwa dalam konteks, perhelatan Pemilihan Leglislatif pada 17 April nanti, ribuan caleg merasa berkompetisi untuk duduk sebagai wakil rakyat. Setiap kompetisi pasti ada menang dan kalah.

SEDANG TAYANG Live Streaming Garuda Select vs Dover FC U-20, Skor Sementara 1-2

Ilija Spasojevic Buka-bukaan Alasannya Jadi WNI ke Media Australia, Akui Bukan Impian Pertama

Meski tak mengetahui persis berapa mantan caleg pada Pileg 2014 lalu yang menjadi pasien di RSJ Atma Husada Mahakam namun, menjelang Pileg 2019, Jaya melihat mulai banyak caleg yang mulai mengikuti tes kesehatan, termasuk tes psikometrik. Tes ini salah satunya mengukur tingkat depresi, kecemasan, gangguan jiwa sampai kepikunan.

Melihat kondisi umum persaingan Pileg 2014 dan 2019, Jaya menilai kompetisi antarcaleg untuk terpilih sebagai wakil rakyat semakin berat. Dia menyebut, faktor itu dipicu kompetisi antarcaleg yang berbeda partai sampai persaingan caleg sesama partai. Lebih-lebih, dia melihat, sekarang mulai banyak caleg yang memiliki hubungan darah, bahkan keluarga.

Ingat Tawa Cekikikan Khas Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi? Sosok di Baliknya Ternyata Jauh Beda

Menpora Imam Nahrawi Merasa Difitnah Exco PSSI soal Pencairan Bonus Timnas U-22 Indonesia

Tak menutup kemungkinan, semakin ketatnya persaingan, membutuhkan sumber pendanaan besar, bahkan pendaan sesama keluarga. Beban psikologis yang dipicu banyaknya modal yang dihabiskan, namun tak terpilih membuat tingkat stres caleg gagal diprediksi tinggi.

Secara psikologis, kata dokter spesialis kejiwaan ini, orang yang merasa kalah kadang merasa tidak percaya mengapa peristiwa ini terjadi padanya bukannya orang lain. Ada perasaan penyangkalan atau dalam istilah psikologis disebut denial yang bersambung menjadi kemarahan.

Adapun, tanda-tanda lain orang yang mengalami stress sedang di antaranya nafsu makan kurang baik tak seperti biasanya, sedih, menyesal, putus asa dan susah tidur. "Kalau berat bisa mengganggu orang lain, lingkungan dan diri sendiri," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved