Polemik Pabrik Semen

Soal Demo Pabrik Semen, Wagub Kaltim Sebut Sudah Ajak Mahasiswa Dialog

"Kenapa mahasiswa harus demo anarkis? Aneh," kata Hadi Mulyadi di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/3/2019).

Soal Demo Pabrik Semen, Wagub Kaltim Sebut Sudah Ajak Mahasiswa Dialog
Tribunkaltim.co / Cornel Dimas
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi¬† 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi kecewa dengan unjuk rasa mahasiswa yang berujung ricuhdi kantor Gubernur Kaltim Jl Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Senin (25/3/2019) lalu.

Demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa di Kaltim dengan agenda penolakan terhadap pabrik semen di Kutai Timur dan Berau itu berujung insiden berdarah.

Dua polisi yang bertugas di lapangan menjadi korban anarki mahasiswa akibat lemparan batu maupun sabetan kayu. Satu awak media juga menjadi korban kekerasan mahasiswa yang tak sanggup menahan emosi. Demikian pula korban dari mahasiswa mulai dari luka-luka hingga pingsan.

"Kenapa mahasiswa harus demo anarkis? Aneh," kata Hadi Mulyadi di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/3/2019).

Gegara Rem Blong, Pick Up Pengangkut Jeruk Terbalik di Jalan Kelurahan Lawe-lawe PPU

Ribuan Jamaah Iringi Proses Pemakaman Ketua MUI Balikpapan, Keluarga Ikuti Wasiat Almarhum

Hanya Tiga Jurusan Ikut UNBK di SMK Pelita Gamma PPU, Ini Alasannya

Ia mengaku pihaknya sudah lebih dulu membuka ruang dialogis kepada mahasiswa. Sayang permintaan tersebut menurut Hadi ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa.

"Iya dong dialog, ini negara demokratis. Saya terpilih secara demokratis maka saya harus menerapkan sistem demokrasi," ujarnya.

Hadi mengatakan sudah meminta mahasiswa untuk menemuinya Rabu (27/3/2019). Mahasiswa justru memilih turun ke jalan hari Senin lalu. Bahkan dengan nada tinggi, ia menantang para mahasiswa maupun aktivis yang menolak pabrik semen untuk menemuinya sekarang.

"Saya minta temui saya Rabu, tapi mereka tidak mau, maunya Senin. Sudah diajak ketemu tapi tidak mau ketemu. Siapa yang tidak mau ketemu? Siapa yang tidak dialogis? Saya terima tamu sampai malam. Kamu mau subuh, saya terima. Mau jam berapa, temui saya. Seluruh aktivis mahasiswa temui saya sekarang..!!!," ungkapnya.

Ultah 22 Tahun, Cek Profil Lisa BLACKPINK, Ayahnya Chef Internasional hingga Isu Operasi Plastik

Mengenal Sosok Almarhum KH A Syarwani Zuhri Berpulang, Ulama yang Santun dan Tegas

Stres Gegera Gagal Jadi Caleg Jangan Pergi ke Dukun, Ini Penjelasan Ahli Kejiwaan

Ia mengingatkan agar mahasiswa belajar hidup demokratis tidak mengedepankan anarkis.

Menurutnya dengan adanya pabrik semen kita tidak perlu lagi membeli semen dari luar dengan harga tinggi.

"Dengan adanya pabrik semen kita tidak perlu lagi beli semen dari Sulawesi, lebih murah kan? Ini dipikir ini," kata Hadi sembari menunjukkan jari ke kening.

Mahasiswa menolak rencana pabrik semen yang didirikan di kawasan Karst dengan alasan bakal berdampak luas bagi lingkungan. Apalagi kawasan Karst di Kutim telah dilindungi, terlebih kawasan itu layak untuk berkembangnya Pariwisata.

Menanggapi hal itu, Hadi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mengutamakan lingkungan. Nantinya investor Hongshi Holdings dari Cina tidak akan mengganggu kawasan karsta yang diperuntukkan pariwisata. Ia mencontohkan weperti pabrik semen yang ada di Sulawesi.

"Katanya kawasan karst cocok untuk Pariwisata, itu kata mereka. Kalau alasan untuk wisata, semua kawasan di Kaltim cocok untuk Pariwisata. Contoh ya karst di Sulawesi membentang dari Maros sampai Pangkep. Yang di wisata tidak diganggu yang di Pangkep yang diambil. Gitu nanti teorinya. Ya mungkin lah semua," tuturnya. (*) 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved