Tribunnews WIKI

Mandau

Mandau yang telah keluar dari sarungnya pantang kembali sebelum memenggal kepala musuh, maka ilmu mandau ini tak boleh sembarangan dipraktikkan.

Mandau
FACHMI RACHMAN/TRIBUN KALTIM
MANDAU - Seorang pria Suku Dayak di Kutai Barat, Kalimantan Timur, melakukan tari tradisional, dengan memakai senjata khas suku Dayak, mandau. 

TRIBUNKALTIM.CO –  Mandau termasuk satu di antara sekian banyak senjata tradisional yang dimiliki suku-suku di Indonesia. Mandau, senjata khas Kalimantan ini menjadi bagian dari kebudayaan suku-suku di Tanah Air.

Di antara berbagai senjata tradisional seperti rencong, badik, keris, Mandau bisa dibilang paling popular.

Mando (Mandau) adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan.

Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan parang biasa, mandau memiliki ukiran-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam.

Pada Mandau, sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Mando (ejaan Indonesia: Mandau, adalah ejaan yang salah) berasal dari bahasa Dayak Kalimantan Tengah, yaitu asal kata "Man" yaitu singkatan dari kata "kuman" yang berarti "makan" dan dibentuk dari kata "do" yaitu singkatan dari kata "dohong" yakni pisau belati khas Kalimantan tengah.

Jadi secara harafiah Mando bearti "makan Dohong", maksudnya adalah karena sejak senjata mando menjadi populer di kalimantan tengah, dohong yang merupakan senjata pisau terawal milik Dayak Ngaju Kalteng menjadi kalah populer atau tergerus kalah oleh mando.

Kekalahan populer dohong tersebut menyebabkan sebutan untuk jenis parang yang mengalahinya kemudian disebut "mando".

Meski kata Mandau berasal dari Dayak Kalteng, namun senjata ini dipakai oleh seluruh suku Dayak di Kalimantan.

Halaman
1234
Editor: abdul haerah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved