Ini Sosok Pria Penyapu Jalan yang Jenazahnya Digotong Anies Baswedan Dalam Gang Sempit

Anies Baswedan tampak berada di bagian depan keranda jenazah berusaha keluar dari gang sempit ketika membawa jenazah.

Penulis: Januar Alamijaya |
Instagram/aniesbaswedan
Anies Baswedan menggotong jenazah petugas kebersihan yang menjadi korban tabrak lari 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah foto yang diposting oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu (31/3/2019) membuat banyak netizen terharu.

Foto tersebut memperlihatkan Anies Baswerdan yang tengah menggotong jenazah bersama warga lainnya.

Anies Baswedan tampak berada di bagian depan keranda jenazah berusaha keluar dari gang sempit ketika membawa jenazah.

MRT Beroperasi Resmi Hari Ini, Gubernur Anies Baswedan Ikut Antre Beli Tiket

Dalam postingan di Instagram tersebut, Anies Baswedan juga menjelaskan sosok jenazah serta kronologis meningalnya.

Menurut Anies Baswedan dalam postingan di foto tersebut sosok  jenazah yang digotong itu adalah Naufal Rosyid.

Salah seorang penyapu jalan di Jakarta.

Naufal Rosyid meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif usai menjadi korban tabrak lari pada Selasa (26/3/2019) silam.

Saat terkena musibah tersebut, Naufal Rosyid tengah bertugas di bawah jembatan layang Pasar Rebo Jakarta Timur. 

Informasi Tarif MRT Jakarta hingga Anies Baswedan Ucap Terima Kasih ke Ahok 

Usai kejadian rekan kerja Naufal Rosyid langsung membawa yang bersangkutan ke rumah Sakit Pasar Minggu.

Namun setelah dilakukan perawatan instensif nyawanya tak tertolong.

Karena adanya pendarahan di bagian otaknya

Naufal Rosyid petugas penyapu jalan yang menajdi korban tabrak lari
Naufal Rosyid petugas penyapu jalan yang menajdi korban tabrak lari (Instagram/AniesBaswedan)

Gubernur Anies Baswedan Sampaikan Kritik soal Sistem Perizinan Online yang Digagas Pemerintah Pusat

Dalam postingan tersbeut Anies Baswedan juga mengisahkan bagaimana perjuangan penyapu jalan di Jakarta.

Mereka lanjut Anies Baswedan, sudah bekerja sejak pukul 03 dini hari untuk memastikan kebersihan ibu kota.

Anies juga berpesan pada pengendara sepeda motor yang menabrak Naufal Rosyid bahwa dia mungkin bisa melarikan diri saat kejadian tersebut tetapi tidak akan bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.

Berkut tulisan lengkapnya.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.⁣


Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya. ⁣

Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya. ⁣

Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.⁣

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat. ⁣

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah. ⁣

Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah. ⁣

Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat. ⁣

Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu... Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.  

Anies Baswedan Ungkap Momen Dibantu Petugas Bandara Changi 17 Tahun Lalu: Dunia Ini Kecil

Anies Baswedan Persilakan Ahok ke Balai Kota DKI Jakarta Jika Ingin Bernostalgia

Anies Baswedan Tulis Surat Terbuka Kepada Pekerja MRT 

Sebelumnya sebagaimana melansir Tribun Wow.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuliskan surat terbuka untuk para pekerja pembangunan mass rapid transit (MRT) di ibu kota.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut tampak dari unggahan akun Instagram @aniesbaswedan, tepat di hari peresmian MRT, Minggu (24/3/2019).

Dalam suratnya, Anies Baswedan menyampaikan apresiasi tinggi untuk para pekerja di balik layar, yang mungkin namanya saja tak diketahui warga Jakarta.

Anies Baswedan Tanggapi Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio Soal Sampah Bantar Gebang

Ia bahkan telah meminta kepada Direksi PT MRT agar mencatat semua nama yang terlibat, sekecil apa pun jabatannya.

Anies juga mendoakan para pekerja tersebut.

Dalam unggahannya, Anies tampak memposting potret para pekerja.

"Kepada Yth.
Para Pekerja Pembangunan MRT

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu dan Bapak yg saya hormati, saya menuliskan pesan ini untuk ucapkan terima kasih.

Apresiasi pada semua yg pernah bekerja membangun MRT ini.

Saya sudah berkali-kali naik MRT, tapi tadi pagi berbeda. Pagi ini bersejarah karena MRT akan diresmikan.

Di perjalanan menuju lokasi acara, wajah para pekerja itulah yg muncul di benak saya.

Mereka yg berpeluh siang malam. Saya tahu persis karena hampir setiap malam lewat sekitar tiang-tiang pancang.

Di malam gulita, saat mayoritas warga telah tidur, Anda semua masih berkeringat.

Bekerja tanpa henti.

Borobudur dibangun selama lebih dari 100 tahun; bangsa kita memang punya stamina untuk membuat karya monumental lintas masa.

Kita kagum karyanya tapi tak pernah kenal nama para pekerjanya.

Saya sudah meminta kepada Direksi PT. MRT agar mencatat setiap nama yang terlibat, sekecil apapun termasuk para pekerja paling operasional.

Dokumentasikan semua, dan izinkan kami, bangsa Indonesia, mengenal orang-orang yg bekerja keras dalam sunyi.

Hari ini mungkin Anda di rumah, menonton di televisi atau membaca beritanya.

Anda tidak berada di lokasi, tak menyaksikan langsung hasil kerja keras yang anda lakukan.

Tapi ketahuilah, tepuk tangan tadi membahana. Ribuan bertepuk-tangan.

Izinkan saya menegaskan bahwa tepuk tangan itu sesungguhnya untuk Anda, untuk tiap jiwa yg bekerja dalam senyap.

Anda telah mengubah wajah ibu kota, hasil kerja Anda akan memudahkan hidup jutaan orang selama puluhan tahun mendatang.

Mereka semua hampir pasti tidak kenal dengan nama Anda tapi semua pasti merasakan karya Anda yg akan berbekas sepanjang sejarah.

Kami yg berdiri di atas panggung, gelintiran jumlahnya, tak sebanding dengan Ibu-Bapak yg ratusan ribu jumlahnya yg bekerja tak tampak, jauh dari sorotan publik.

Atas nama rakyat Jakarta, saya mengirimkan rasa terima kasih dan rasa hormat pada Ibu, Bapak dan Saudara semua.

Semoga tiap butir keringat itu akan dicatat sebagai amal shaleh, dan setiap kemudahan yang dirasakan oleh pengguna MRT akan dicatat sebagai amal jariyah bagi Anda semua.

Wassalamu'alaikum warrahmatulahi wabarakatuh.

Salam,
Anies Baswedan," tulisnya.

3 Fakta Ini Membuat Bawaslu Harus Hentikan Kasus Dua Jari Anies Baswedan

Anies Baswedan Ungkap Momen Dibantu Petugas Bandara Changi 17 Tahun Lalu: Dunia Ini Kecil

Dikutip dari Kompas.com, MRT diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (24/3/2019) pagi.

Setelah diresmikan, MRT akan mulai beroperasi secara non-komersial pada 24-31 Maret 2019.

Artinya, penumpang bisa menjajal MRT secara gratis.

Meski demikian, penumpang tetap harus membeli tiket pada 25 Maret.

Tak perlu khawatir, selama promo, saldo pada tiket tidak akan terpoting.

Operasi komersial akan berlaku mulai 1 April 2019.

Peresmian ini juga dihadiri oleh Anies Baswedan.

Dalam sambutannya, Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada para gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

"Izinkan kami menyampaikan terima kasih kepada para gubernur yang telah ikut mengawal dan mendorong proses MRT ini," kata Anies.

"Para gubernur pendahulu saya, yaitu Bapak Sutiyoso, Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Djarot Saiful Hidayat."

(Tribunkaltim.co/Januar Alamijaya)

Like Fanpage Facebook:

Follow Instagram:

Subscribe YouTube:
 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved