Minggu, 12 April 2026

Pilpres 2019

BPN Prabowo Sebut Novel Baswedan Akan Jadi Jaksa Agung, Begini Tanggapan KPK

Andre mengatakan wacana keinginan BPN untuk mengajukan nama Novel Baswedan menjadi Jaksa Agung.

TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut hadir bersama ratusan pegawai KPK lainnya saat upacara memperingati Kemerdekaan RI ke 73 di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. 

BPN Prabowo Sebut Novel Baswedan Akan Jadi Jaksa Agung, Begini Tanggapan KPK

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah adanya pernyataan kedekatan antara BPN dengan Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

Tidak sekalipun, jelas dia, ada pernyataan itu disampaikan kepada wartawan baik on record maupun off record. Andre hanya mengatakan wacana keinginan BPN untuk mengajukan nama Novel Baswedan menjadi Jaksa Agung.

Tidak hanya Novel, kata dia, beberapa nama lain seperti Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas serta jaksa-jaksa bersih lainnya, masuk dalam wacana tersebut.

"Saya kan hanya bilang wacana. Ada wacana dari kami-kami untuk menjadikan Novel jadi Jaksa Agung. Ada nama lain juga, ada Pak Bambang sama Pak Busyro dan jaksa lainnya yang bersih," tegasnya saat dihubungi, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Dia justru mempertanyakan pernyataan dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane yang berbicara seolah ada kedekatan antara Partai Gerindra dengan Novel Baswedan. Terlebih, meminta Novel dan KPKsecara lembaga untuk mengklarifikasi hal tersebut.

"Saya tidak tahu dia dapat dari mana? Lagian, memang salah? Mau laporin saya ke Polisi? Mau laporin Prabowo dan Sandi ke Polisi? Masa wacana saja tidak boleh? Tangkap saja sudah semuanya," katanya dengan nada tinggi.

Sejauh ini, lanjutnya, masih belum ada komunikasi sama sekali dengan Novel maupun nama-nama yang menjadi usulan. Alasannya, sekali lagi, ia mengatakan seluruh keputusan ada di Prabowo Subianto apabila terpilih menjadi presiden.

"Itu kan hak prerogatif presiden. Ini juga baru usulan. Tidak ada komunikasi dengan mereka," katanya.

Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan nama Novel Baswedan masuk karena dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi Jaksa Agung.

"Kami menilai, dia ini cocok karena mampu bertahan dengan banyak tekanan, bersih, dan punya kualitas. Tapi dia bukan satu-satunya. Ada nama lain juga," jelasnya.

Jika ada komunikasi dari pihak BPN dengan Novel, lanjutnya, itu hanya perbincangan pribadi. Tidak ada kaitannya dengan lembaga pemenangan, karena posisi jaksa agung yang menentukan adalah presiden terpilih nantinya.

"Tidak serta-merta itu berkaitan dengan BPN. Kalau ada pun, pribadi saja. Tapi, setahu saya belum ada yang komunikasi dengan dia," ucapnya.

Merasa Difitnah

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan menilai isu yang mengatakan dirinya adalah "orang" Partai Gerindra adalah fitnah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved