Sabtu, 11 April 2026

Terpopuler

Terpopuler - Driver Grab Demo di Depan Hotel HER Balikpapan, Ini Tuntutan Mereka

pengendara dan pengemudi Ojek Online atau Ojol dari Grab melakukan aksi demo di depan hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur

tribunkaltim.co/aris joni
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah pengendara dan pengemudi Ojek Online atau Ojol dari Grab melakukan aksi demo di depan hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/2019).

Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co, di lokasi, para massa terdiri dari pengendara Grab Bike dan pengemudi Grabcar dan memenuhi halaman hotel.

Seorang orator yang juga salah seorang pengemudi Grab Car, Nero menjelaskan, dalam aksi tersebut terdapat beberapa point tuntutan diantaranya

- meminta kembalikan netralitas oknum aplikator Grab

- kembalikan point malam serta insentif, dan

- amnesty massal Grab toda 2 dan roda empat yang terkena suspend.

"Kita juga meminta Hendrik dan kroni-korninya turun dari Managemen Grab," teriaknya.

Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) .
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . (tribunkaltim.co/aris joni)

Ia meminta Hendrik turun dari jabatannya sebagai Ketua Perwakilan Grab di Balikpapan.

"Intinya kami minta Hendrik turun sekarang juga," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan mediasi masih terus di lakukan di dalam hotel Her dan dijaga ketat pengamanan.

Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) .
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . (tribunkaltim.co/aris joni)

Ikuti suasana aksi demo melalui live streaming berikut ini:

Sikap Arogan

Salah seorang koordinator dari Grab roda empat, Nur Deni Irawan menjelaskan, para rekan-rekan Grab meminta ketua Grab tersebut mundur karena dianggap arogan dan sering bersikap semena-mena.

Diakuinya, akun para driver sering di-suspend tanpa alasan yang jelas.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved