Hasil Mediasi: Ketua Grab Balikpapan Sebut akan Penuhi Tuntutan Massa, Ini Syarat yang Diminta
Demonstrasi ratusan pengemudi Ojek Online Grab di Balikpapan pada Kamis (4/4/2019) lalu menuntut ketua Grab Balikpapan, Hendrik untuk turun dari jabat
Penulis: Aris Joni |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Demonstrasi ratusan pengemudi Ojek Online Grab di Balikpapan pada Kamis (4/4/2019) lalu menuntut ketua Grab Balikpapan, Hendrik untuk turun dari jabatannya.
Mediasi dilakukan dan berjalan cukup alot saat itu sampai-sampai situasi massa di luar Hotel HER Balikpapan sempat memanas.
Usai mediasi, Ketua Grab Balikpapan, Hendrik dan langsung menemui massa serta membacakan hasil mediasi antara mitra dan manajemen Grab balikpapan.
Dalam penyampaiannya, Hendrik menerima tuntutan massa yang menginginkan dirinya diganti, namun sebelum itu dirinya meminta waktu selama tiga hari untuk melakukan koordinasi kepada manajemen Grab di pusat.
"Hasil mediasi saat aksi itu mengganti pimpinan grab di balikpapan, Amnesty bagi driver yang terkena suspend, dan akan mengembalikan point malam dan insentif," ujarnya.
Lanjutnya, tuntutan tersebut disepakati bersama saat aksi itu, namun dirinya tetap akan melakukan koordinasi ke pusat terlebih dahulu untuk menyampaikan hasil aksi tersebut.
"Kami butuh waktu tiga hari untuk menyampaikan ya ke pusat," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari Grab melakukan demonstrasi di depan Hotel Her, Balikpapan. Kamis (4/4/2019).
• UPDATE Annisa Pohan Beri Kabar Terkini Ani Yudhoyono yang Masuk ICU karena Demam Tinggi
• SEDANG BERLANGSUNG, Jadwal Semifinal Malaysia Open 2019 - Indonesia Sisakan Fajar/Rian dan Jojo
• Kick Off Liga 1 2019 Dimulai 8 Mei 2019, Pemain Persib Bandung Bojan Malisic Ragukan Jadwal
Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co, di lokasi, massa terdiri dari pengemudi Grab roda dua dan roda empat dan memenuhi halaman hotel.
Seorang Orator yang juga salah seorang pengemudi Grab roda empat, Nero menjelaskan, dalam aksi tersebut terdapat beberapa point tuntutan diantaranya, meminta kembalikan netralitas oknum aplikator Grab, Kembalikan point malam dan insentif, dan Amnesty massal Grab roda 2 dan roda empat yang terkena suspend.
"Kita juga meminta Hendrik dan kroni-korninya turun dari Managemen Grab," teriaknya.
Ia meminta Hendrik turun dari jabatannya sebagai ketua perwakilan Grab di Balikpapan.
"Intinya kami minta Hendrik turun sekarang juga," pungkasnya. (*)
Dianggap Arogan, Massa Tuntut Ketua Grab Balikpapan Mundur dari Jabatannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/demo-pengemudi-dan-pengendara-grab-kamis-4442019.jpg)