Berita Video
VIDEO - Mengenal Parrot, Burung Paruh Bengkok yang Pintar dan Eksotis dan Tips Borneo Parrot Lovers
Siapa yang tidak tahu burung kakatua. Burung endemik Indonesia ini termasuk dalam keluarga parrot yaitu jenis burung dengan paruh bengkok.
Penulis: Djohan Nur | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Siapa yang tidak tahu burung kakatua. Burung endemik Indonesia ini terkenal karena keindahan bulunya dan juga kepandaiannya menirukan suara manusia dan bunyi –bunyi lainnya.
Kakatua termasuk dalam keluarga parrot yaitu jenis burung yang memiliki paruh berbentuk melengkung atau bengkok.
Pehobi paruh bengkok begitu biasa orang menyebut.
Di kota Balikpapan sendiri, ada beberapa orang yang hobi memelihara parrot atau yang biasa disebut burung paruh bengkok.
Edi Haryono salah satu penghobby, juga pengembang biak dan penjual burung parrot ini mengaku sudah menggeluti hobbinya dari lima tahun yang lalu.
“Awalnya saya di Balikpapan cuma main sendiri. Akhirnya, saya mendirikan komunitas yang berjalan hampir lima tahun, dan komunitas ini untuk area seluruh Kalimantan,” kata Edi.
Komunitas yang ia didikan bernama Borneo Parrot Lovers.
“Motivasi saya adalah, untuk memperkenalkan ke masyarakat luas bahwa paruh bengkok itu adalah burung yang cerdas, pintar, bisa dilatih, bisa berinteraksi kepada semua orang,” kata Edi.
Burung parrot dapat dilatih untuk melakukan beberapa trik, seperti free fly dan bernyanyi.
Harga burung parrot ada yang mulai harga ratusan ribu untuk jenis parrot biasa seperti parkit dan hingga ratusan juta rupiah seperti jenis macau.
Untuk perawatannya sangat mudah sekali, karena mereka memakan biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran dan dimandikan seperti burung biasa, pagi dan sore hari.
Menurut Edi, jenis yang paling sering dipelihara adalah macau blue gold dengan kisaran harga Rp 35.000.000, sun conure dengan harga Rp2.000.000, yellow sided conure dengan harga Rp 3.000.000, parkit Australia dengan harga Rp 1.500.000 dan lainnya yang berukuran kecil.
“Untuk pemula, paling tidak tahu dulu jenis burungnya apa dan spesalis makannya apa, untuk perawatannya sama saja seperti burung lainnya,” kata Edi.
Lihat videonya berikut ini:
Seorang Pria Tewas Diserang Kasuari Peliharaannya Sendiri
Seekor kasuari, jenis burung raksasa dengan cakar di kakinya, menewaskan pemiliknya sendiri di Gainesville, Florida.
Dilansir dari CNN pada Minggu (14/4/2019), seorang pria bernama Marvin Hajos (75) tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Dilaporkan Letnan Joshua Crews dari Kantor Sheriff Alachua melalui CNNbahwa Marvin Hajos melakukan panggilan darurat ke 911 pada Jumat (12/4/2019) pukul 10 pagi waktu setempat.
Kemudian ada panggilan darurat kedua dari orang lain di tempat kejadian yang melaporkan kondisi medis darurat yang menurut pelapor melibatkan seekor burung besar.
Namun setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit, nyawa Hajos tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.
Sementara saat ini kasuari milik Hajos masih berada di rumahnya dan pihak berwenang akan melakukan penyelidikan atas serangan itu.
Menurut pihak berwenang kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa Hajos adalah kecelakaan.
Awal insiden nahas itu diketahui saat ketika Hajos tengah memberi makan kasuari yang ia pelihara di halaman belakang rumahnya.
Sayangnya Hajos terjatuh ke tempat burung raksasa itu berada.
Akibatnya ia diserang hingga menyebabkan luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Sementara diketahui bahwa kasuari sendiri merupakan jenis hewan liar.
Menurut Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida, kasuari dikategorikan sebagai satwa liar Kelas II, yang berarti hewan itu membahayakan manusia, dan kepemilikan hewan tersebut harus tunduk pada persyaratan tertentu.
Sebagai satwa liar Kelas II, kasuari masuk kategori yang sama dengan buaya, musang madu, dan macan tutul.
Sementara satwa liar Kelas I mencakup predator seperti singa, harimau, dan beruang.
Kasuari merupakan jenis burung besar yang tidak bisa terbang dan memiliki hubungan kekerabatan dengan burung emu.
Kasuari dapat berlari hingga 31 meter per jam melewati semak-semak yang lebat.
Meski tak dapat terbang, kasuari dapat melompat hampir 7 kaki (2 meter) ke udara dan dapat berenang dengan baik.
Sehingga ia memiliki ketangkasan untuk menangkis segala hal yang dianggapnya sebagai ancaman.
Kasuari dapat mencapai tinggi lebih dari 1,5 meter dan berat hingga 72,5 kg untuk kasuari betina dan 54,4 kg untuk jantan.
Menurut pemiliki Kebun Binatang San Diego, kasuari merupakan burungpaling berbahaya di dunia.
"Kasuari dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia!.
Setiap kakinya memiliki 3 cakar seperti belati yang panjangnya mencapai 10 cm! Kasuari dapat memotong predator atau ancaman apa pun dengan satu tendangan cepat," katanya.
(*)
BACA JUGA
VIDEO - Kolibri Ninja, Jenis Baru Burung Kolibri yang Masuk Kontes Burung Hias, Ini Kesulitannya
Sayembara Berhadiah Rp 30 Juta Demi Cari Seekor Burung Merpati Ini Viral, Ini Alasan Sang Pemilik
Viral di Medsos, Polisi Ringkus Pembantai Burung Rangkong; Seorang Pelaku Kabur
Burung Legenda Rp 2 Miliar Lovebird Kusumo Mati, Ini Kata sang Pemilik
Diberi Salam I Love You, Burung Beo yang Terjebak Ini Justru Mengumpat kepada Penolongnya
Likes dan Follow Fanspage Facebook
Follow Twitter
Follow Instagram
Subscribe official YouTube Channel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-burung-kakatua-atau-parrot-burung-paruh-bengkok.jpg)