Kepada Presiden Terpilih, Walikota Balikpapan Berharap Peningkatan Dana Bagi Hasil Migas
Walikota Balikpapan berharap pada Presiden terpilih agar ada peningkatan dana bagi hasil migas dan pembangunan infrastruktur.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rizal Effendi, menyampaikan harapannya kepada Presiden terpilih pada Pilpres 2019 ini. Ia meminta ada peningkatan dana bagi hasil migas dan infrastruktur.
Usai memimpin rapat bersama stafnya, Kamis (18/4/2019), Walikota Balikpapan Rizal Effendi meminta kepada Presiden terpilih nanti agar ada perbaikan terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Dari hasil perhitungan cepat dari beberapa lembaga survey, suara 01 Jokowi- Amin sementara masih unggul.
"Harapan kita secara provinsi agar diperbaiki kompensasi DBH Migas. DBH Migas kita sudah berpuluh tahun kita jomplang dengan wilayah Aceh dan Papua," kata Rizal.
Setiap tahun DBH Migas yang diterima Kota Balikpapan hanya 30 persen untuk gas, dan 16 persen untuk minyak.
"Kalau bisa disamakan dengan Aceh dan Papua. Kalau tidak salah di Papua gas 60 persen, dan minyaknya 30 persen," ujar Rizal.
Selain itu, Rizal berharap, dengan adanya perluasan kilang Pertamina,
Kota Balikpapan meminta, jangan sampai terjadi, pemandangan tidak enak di Balikpapan.
Sebab selama ini, banyaknya antrean minyak yang terjadi di SPBU membuat kerugian semua pihak dan tak nyaman jika dilihat.
"Adanya antrean minyak membuat kesan tidak baik untuk kota kita. Kita memiliki kilang besar, tapi di sisi lain SPBU kita mengalami antrean.
Walaupun persoalannya adalah BBM Subsidi. Tapi semua itu tidak nyaman dilihat. Ada kilang minyak, kotanya julukan kota minyak, tapi antre minyak," katanya.
"Jadi kota kita harus diperbaiki, yang masih menjadi perhatian lainnya, akan membangun museum minyak, karena belum pernah ada di Indonesia museum minyak," tuturnya.
Rizal pun memohon dukungan kepada Presiden terpilih nantinya, yakni jembatan Tol Balikpapan-Senipah dan infrastruktur air baku.
Sejauh ini, kota Balikpapan masih kekurangan air baku atau air bersih.
Waduk Teritip yang rencananya bisa menyuplai 4.000 sambungan, kira-kira 400 liter perdetik, masih memerlukan tambahan air baku dari berbagai sumber.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walkot-balikpapan.jpg)