Ramadhan 2019
Operasi Pasar Diskukmperindag PPU Mengatasi Kelangkaan Gas Elpiji Saat Ramadhan
Menjelang Puasa Ramadhan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU melakukan operasi pasar
Penulis: Heriani AM | Editor: Rita Noor Shobah
Pada sambutannya, Dwi juga mengatakan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan Jargas untuk rumah tangga merupakan program berkelanjutan Kementerian ESDM sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menyediakan energi berkeadilan.
"Pemanfaatan gas akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan diutamakan untuk kebutuhan domestik," jelasnya.
Pada acara peresmian tersebut juga, Dwi Soetjipto beserta jajarannya, didampingi oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam juga berkesempatan mengunjungi salah satu warga pengguna jargas di rumah, Ganesha di kawasan Jalan S Parman, Gunung Sari Ulu, Balikpapan.
Ganesha sebagai pengguna jargas mengungkapkan rasa syukurnya dengan sambungan gas yang mengalir di rumahnya.
"Sangat bersyukur dengan adanya program gas kota ini karena saya dan warga lainnya sudah tidak perlu keliling mencari gas apabila gasnya habis, apalagi sewaktu sedang memasak," ungkapnya.
“Sekarang enak tinggal pakai saja, nggak ada biaya dan mengeluarkan energi untuk keluar rumah mencari gas. Hanya bayar rekening saja sesuai pemakaiannya,” lanjutnya.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, mengatakan, harga jargas untuk konsumen Rumah Tangga, yang ditentukan oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) ditetapkan paling banyak sebesar Rp 4.250/m3, dan diklaim lebih hemat dibanding gas LPG.
"Jadi misalnya rumah tangga menggunakan gas 10 m3 sebulan, berarti Rp 42.500. Kalau Anda beli tabung gas 12 Kg sekitar kurang lebih Rp 150.000, lebih hemat sekitar Rp 90.000 - 100.000-an. Itu untuk yang non-subsidi. Kalau yang subsidi hemat sekitar Rp 20.000," jelasnya.
Dari segi keamanan, Alimuddin mengklaim jargas lebih aman, lantaran tekanan gas dari jargas kota hanya sebesar 0,02 bar, sementara tekanan gas dari LPG sebesar 8 bar.
Sementara itu, Gandhi Sriwidodo, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) mengatakan, salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam program jargas ini adalah dengan mensinergikan afiliasinya untuk melayani kebutuhan dari hulu hingga hilirnya.
"Gasnya diperoleh dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur selanjutnya pengelolaan city gas atau jargas dilakukan PT Pertagas Niaga,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas kota melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator PT Pertagas Niaga sejak bulan Maret 2019.
"Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga," tuturnya.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, penggunaan jargas diklaim lebih hemat san menguntungkan masyarakat khususnya dalam penggunaan gas rumah tangga.
"Lancar. Sekarang masyarakat berebut ingin pasang (jargas). Dulu masyarakat ditawari tidak mau, masih takut, padahal sudah dijelaskan. Sekarang sudah dipasang 8 ribu, lancar. Sangat untung. Bedanya jauh sekali," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pangkalan-gas-di-jalan-petung-raya-kecamatan-petung-kabupaten-ppu.jpg)