Ramadhan 2019
Operasi Pasar Diskukmperindag PPU Mengatasi Kelangkaan Gas Elpiji Saat Ramadhan
Menjelang Puasa Ramadhan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU melakukan operasi pasar
Penulis: Heriani AM | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Menjelang Puasa Ramadhan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan operasi pasar.
Hal ini agar ketersediaan gas elpiji khususnya selama puasa tetap ada.
"Dikhawatirkan permintaan melonjak, lalu terjadi kelangkaan.
Kemarin kita rapat, dan hasilnya kami akan lakukan operasi pasar H-1 Ramadhan dan H-1 lebaran," kata Kadiskukmperindag, Muhammad Sukadi Kuncoro, Kamis (25/4/2019).
Lanjut pria yang akrab disapa Kuncoro ini, saat operasi pasar nanti,
ia menegaskan tidak ada lagi gas yang diantar ke pangkalan.
"Kita tengarai banyak permainan antara pangkalan dan pengecer.
Jadi rapat kemarin saya instruksikan, tidak ada lagi gas yang diantar ke pangkalan. Yang jelas laksanakan operasi pasar H-1 Ramadhan 2019 dan lebaran," imbuhnya.
Untuk titik operasi pasar, Kuncoro menambahkan, tergantung cakupan dari masing-masing pangkalan di setiap Kecamatan.
"Misalkan di pangkalan A ada 3 kelurahan, jadi kita bagi minggu ini di Kelurahan A dan seterusnya.
Jadi kuota dari pangkalan itu, kita yang isi.
Juga, saya intruksikan kemarin, cukupi dulu operasi pasar, kalau memang sudah cukup, silahkan antar ke pangkalan.
Karena menurut ketentuan di pangkalan juga harus ada.
Intinya penuhi dulu kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan yang otomatis diikuti dengan harga yang tinggi, agen juga dianjurkan untuk ikut operasi pasar ini.
Jika tetap ngeyel, kata Kuncoro, pihaknya akan melapor kepada Pertamina.
"Kalau sampai tidak dilaksanakan dan ketahuan ngeyel, kami akan lapor ke Pertamina karena mereka yang punya kewenangan untuk menindaklanjuti dan memberikan sanksi," lanjutnya.
Kuncoro juga berharap jaringan gas (jargas) yang telah diresmikan cepat beroperasi.
"Cepat dioperasikan karena sudah diresmikan.
Masyarakat kan tahunya, jargas sudah diresmikan. Mereka menunggu kapan bisa dipakai," katanya.
Perlu diketahui jargas sudah diresmikan sejak Maret lalu , namun hingga saat ini, penyambungan jargas ke kompor milik 4.260 pelanggan pada 5 kelurahan di Kecamatan Penajam belum dilakukan.
Jargas Aliri 9.260 Rumah Tangga di Balikpapan dan PPU, Warga Senang tak Perlu Keliling Lagi
Diberitakan sebelumnya, Kota Balikpapan kembali mendapatkan program jaringan gas bumi (jargas) bagi rumah tangga dari Pemerintah.
Jargas bagi 5.000 sambungan rumah tangga (SR) tersebut secara resmi sudah beroperasi, pada Rabu (27/03), bertempat di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kota Balikpapan.
Pengoperasian jargas tersebut diresmikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto.
Pada acara peresmian tersebut, turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis PT Pertamina Gas Tenny R.A. Rusdy, dan President Director PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.
Sebelumnya, pada tahun 2016, sebanyak 3.849 SR telah terpasang di rumah warga. Pada tahap kedua ini, jargas kembali mengaliri 5000 SR di Kota Balikpapan tersebut tersebar di Kelurahan Sumber Rejo, Karang Jati, Karang Rejo, dan Gunung Sari Ulu.
Penambahan sambungan jargas di Kota Balikpapan tersebut juga tidak terlepas dari sikap kooperatif pelanggan dalam memanfaatkan jargas yang ada sebelumnya.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan, selain untuk mengurangi subsidi LPG dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam nasional, Pemerintah berharap program jaringan gas kota punya dampak signifikan untuk meringankan beban masyarakat.
“Pada umumnya pemanfaatan jargas ini akan memberikan penghematan dibandingkan jika sebelumnya memanfaatkan LPG", ujarnya.
Pada sambutannya, Dwi juga mengatakan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan Jargas untuk rumah tangga merupakan program berkelanjutan Kementerian ESDM sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menyediakan energi berkeadilan.
"Pemanfaatan gas akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan diutamakan untuk kebutuhan domestik," jelasnya.
Pada acara peresmian tersebut juga, Dwi Soetjipto beserta jajarannya, didampingi oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam juga berkesempatan mengunjungi salah satu warga pengguna jargas di rumah, Ganesha di kawasan Jalan S Parman, Gunung Sari Ulu, Balikpapan.
Ganesha sebagai pengguna jargas mengungkapkan rasa syukurnya dengan sambungan gas yang mengalir di rumahnya.
"Sangat bersyukur dengan adanya program gas kota ini karena saya dan warga lainnya sudah tidak perlu keliling mencari gas apabila gasnya habis, apalagi sewaktu sedang memasak," ungkapnya.
“Sekarang enak tinggal pakai saja, nggak ada biaya dan mengeluarkan energi untuk keluar rumah mencari gas. Hanya bayar rekening saja sesuai pemakaiannya,” lanjutnya.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, mengatakan, harga jargas untuk konsumen Rumah Tangga, yang ditentukan oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) ditetapkan paling banyak sebesar Rp 4.250/m3, dan diklaim lebih hemat dibanding gas LPG.
"Jadi misalnya rumah tangga menggunakan gas 10 m3 sebulan, berarti Rp 42.500. Kalau Anda beli tabung gas 12 Kg sekitar kurang lebih Rp 150.000, lebih hemat sekitar Rp 90.000 - 100.000-an. Itu untuk yang non-subsidi. Kalau yang subsidi hemat sekitar Rp 20.000," jelasnya.
Dari segi keamanan, Alimuddin mengklaim jargas lebih aman, lantaran tekanan gas dari jargas kota hanya sebesar 0,02 bar, sementara tekanan gas dari LPG sebesar 8 bar.
Sementara itu, Gandhi Sriwidodo, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) mengatakan, salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam program jargas ini adalah dengan mensinergikan afiliasinya untuk melayani kebutuhan dari hulu hingga hilirnya.
"Gasnya diperoleh dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur selanjutnya pengelolaan city gas atau jargas dilakukan PT Pertagas Niaga,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas kota melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator PT Pertagas Niaga sejak bulan Maret 2019.
"Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga," tuturnya.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, penggunaan jargas diklaim lebih hemat san menguntungkan masyarakat khususnya dalam penggunaan gas rumah tangga.
"Lancar. Sekarang masyarakat berebut ingin pasang (jargas). Dulu masyarakat ditawari tidak mau, masih takut, padahal sudah dijelaskan. Sekarang sudah dipasang 8 ribu, lancar. Sangat untung. Bedanya jauh sekali," ujarnya.
Rizal berharap, jargas dapat mengaliri sekitar 20.000 Sambungan Rumah Tangga (SR). "Karena yang 10.000 SR, DED-nya sudah ada. Mudah-mudahan tahun depan sudah banyak yang dapat 20.000 SR (teraliri jargas kota)," harapnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk turut serta merawat jargas di rumahnya serta melakukan koordinasi dengan tim jargas atau menghubungi Call Center Pertamina di 1-500000 apabila ingin melakukan perubahan atau perbaikan jaringan.
Selain Kota Balikpapan, di hari yang sama, jargas juga resmi beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak 4.260 SR. Jargas di Kabupaten PPU merupakan yang pertama kali dibangun oleh Ditjen Migas, Kementerian ESDM dengan APBN Tahun Anggaran 2018. Jargas Kabupaten PPU ini tersebar di Kelurahan Nenang, Penajam, Nipah-Nipah, Gunung Seteleng dan Sungai Parit .
Sebagai informasi, program jargas merupakan program Pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses energi gas yang murah, mudah dan aman. Sejak dibangun pertama kali pada tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi.
Total jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur sendiri mencapai 34.574 SR yang tersebar di Kota Balikpapan sebanyak 8.849 SR, Kota Bontang 16.965 SR, Kabupaten Penajam Paser Utara 4.260 SR dan Kota Samarinda sebanyak 4.500 SR. (*)
BACA JUGA
VIDEO - Ujicoba Jargas PPU Berhasil, Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam Sempat Goreng Sosis
Jargas Aliri 9.260 Rumah Tangga di Balikpapan dan PPU, Warga Senang tak Perlu Keliling Lagi
VIDEO - Resmi Beroperasi, Jargas di 9.260 Rumah Tangga di Balikpapan dan Penajam Paser Utara
Kebakaran di Stasiun Pengumpul Utama, PT Medco E&P Janji Segera Lakukan Perbaikan Jargas
Asisten II Setkab PPU Usman Pastikan Peresmian Jargas 29 Maret Mendatang
Likes dan Follow Fanspage Facebook
Follow Twitter
Follow Instagram
Subscribe official YouTube Channel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pangkalan-gas-di-jalan-petung-raya-kecamatan-petung-kabupaten-ppu.jpg)