Minggu, 12 April 2026

Hari Pertama Operasi Keselamatan Mahakam 2019 Sudah Tercatat 132 Pelanggaran

Hari Pertama Operasi Keselamatan Mahakam 2019 sudah tercatat teguran tertulis pada 112 pengendara dan melakukan tilang pada tujuh pengendara dari 20

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Margaret Sarita
Personel Satlantas Polres Kutim unjuk kekuatan dalam menggelar Operasi Keselamatan Mahakam 2019_ 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Operasi Keselamatan Mahakam 2019 di wilayah hukum Polres Kutai Timur digelar mulai hari ini, Senin (29/4).

Dua per tiga kekuatan personel Satlantas Polres Kutim, turun ke jalan dan ke berbagai sekolah.

Hasilnya, dari operasi tersebut di hari pertama, jajaran Satlantas Polres Kutim memberi teguran tertulis pada 112 pengendara dan melakukan tilang pada tujuh pengendara dari 20 pelanggaran yang terjadi.

Totalnya ada 132 pelanggaran yang terjaring hari ini.

“Untuk teguran tertulis diberikan pada pengendara yang masih bisa ditolerir pelanggarannya.

Seperti penggunaan lampu pada kendaraan roda dua. Sementara untuk tilang, terpaksa diberikan pada pengendara yang benar-benar berkendara dengan potensi kecelakaan lalu lintas.

Karena melawan arus, melanggar rambu dan ugal-ugalan di jalan raya,” kata Kapolres Kutim AKPB Teddy Ristiawan melalui Kasatlantas AKP Eko Budiatno.

Sedangkan kegiatan ke sekolah-sekolah, menurut Eko, dilakukan untuk menyebarkan brosur keselamatan berlalu lintas dan imbauan tidak menggunakan kendaraan sendiri bagi mereka yang masih di bawah umur.

“Kami juga memasang spanduk tentang imbauan tertib berlalu lintas serta mengutamakan keselamatan berkendara.

Termasuk mengimbau agar sebelum berkendara memeriksa surat-surat kendaraan yang harus dibawa dan menggunakan helm dengan benar,” kata Eko.

Seperti diketahui, dalam rangka cipta kondisi dan mendukung operasi ketupat 2019,

Satlantas Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar operasi keselamatan Mahakam 2019 yang dulu disebut “Operasi Simpatik”.

Operasi ini berlangsung selama 14 hari, yakni mulai 29 April hingga 12 Mei 2019.

“Angka pelanggaran di wilayah Kutim akhir-akhir ini tergolong meningkat. Banyak personel Lantas yang melakukan pengamanan dalam rangka Pemilu serentak.

Sekarang, setelah usai pencoblosan kita lakukan penertiban untuk mendukung Operasi Ketupat 2019,” ungkap Eko.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved