Kamis, 16 April 2026

Soal Korban Tersambar Petir di Samboja, Ini Penjelasan Dokter

Pasca keempat korban tersambar petir, semua korban langsung dilarikan ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti, Kecamatan Samboja.

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Fachmi Rachman
DIJENGUK KELUARGA - Dua orang korban selamat sambaran petir dijenguk keluarganya saat menjalani perawatan di Ruang ulin RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti, Samboja, Kutai Kartanegara, Rabu (1/5) malam. Empat orang disambar petir saat berteduh di kawasan Salok Api Darat, Samboja, Kukar. Akibat kejadian yang menimpa Empat orang ini, dua orang meninggal dan dua orang Selamat meskipun akhirnya menjalani perawatan medis 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Pasca  keempat korban tersambar petir, semua korban langsung dilarikan ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti, Kecamatan Samboja.

Sesampainya  di RSUD, korban langsung mendapat penangan dari pihak rumah sakit.

Dikonfirmasi, Kepala Tim Dokter Umum yang menangani korban, dr. Aulia Hubah Malikah menjelaskan, keempat korban tiba di RSUD sekitar pukul 16.00 wita.

Ia menerangkan, kondisi kedua korban yakni Rustam Efendi (33) dan Radit (12) saat diperiksa,  nadinya sudah tidak teraba dan reflek cahaya dimatanya juga sudah tidak ada.

"Jadi sudah dinyatakan meninggal dunia saat sudah datang," ujarnya.

Dia menambahkan, sedangkan dua korban selamat saat diperiksa masih dalam kondisi baik-baik saja mulai dari suhu, tensi, dan nadinya.

Hanya saja korban atas nama Hajar mengeluhkan kakinya mengalami kram.

"Saat tiba di RSUD dua korban selamat itu masih sadar. Bahkan salah satu korban selamat sempat memeluk anaknya yang meninggal saat tiba di rumah sakit," ungkapnya.

Diakuinya, saat keempat korban tiba, dirinya duluan menangani korban yang meninggal, karena ayah korban yang selamat meminta anaknya yang meninggal agar kembali diperiksa untuk meyakinkan bahwa masih ada tanda-tanda kehidupan.

"Jadi kita periksa lagi, tapi memang ngak ada tanda kehidupan dan dinyatakan meninggal. Kemudia kita kembali fokus ke korban yang selamat," terangnya.

Aulia mengungkapkan, usai menangani korban yang meninggal, dirinya melanjutkan menangani korban yang selamat dan melakukan penanganan pertama dengan memberikan cairan,

cek rekam jantungnya, lalu cek darahnya, sehingga dilakukan rawat inap untuk dua korban yang selamat.

Ia  juga belum bisa memastikan korban dirawat sampai kapan. Tapi biasanya melihat kondisi korban apakah berangsur membaik atau tidak.

"Untuk sementara korban dirawat inap dengan dokter spesialis bedah," ujarnya.

Ia membeberkan, saat diperiksa, pada tubuh korban meninggal tidak ditemukan luka bakar. Namun tanda-tanda indikasi tersambar petir secara medis ada dan kondisi korban meninggal nampak membiru di bagian bibir.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved