Jumat, 8 Mei 2026

Sejarah Hari Ini

SEJARAH HARI INI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Kenali 10 Fatwa Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Sejarah Hari Ini, setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau biasa disingkat Hardiknas.

Tayang:
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Doan Pardede
Grafis TribunKaltim.co
SEJARAH HARI INI 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, Kenali 10 Fatwa Ajaran Ki Hadjar Dewantara 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejarah Hari Ini, setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau biasa disingkat Hardiknas.

Lantas, muncul pertanyaan mengapa Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal 2 Mei?

Ternyata penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hadjar Dewantara.

Tanggal 2 Mei itu merupakan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

Siapa sebenarnya Ki Hadjar Dewantara?

Apa pula perannya sampai-sampai hari kelahirannya dirayakan setiap tahun dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional? 

Berikut profil singkatnya, seperti dilansir Kompas.com:

Ki Hadjar Dewantara.
Ki Hadjar Dewantara. (pinterest.com)

Ki Hadjar Dewantara adalah nama alias untuk Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sejak 1922.

Lahir pada 1889, tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional, yaitu setiap 2 Mei.

Penelusuran Kompas.com mendapati penetapan Hari Pendidikan Nasional ini muncul di Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 dan aturan lain sesudah itu yang merujuk kepada aturan tersebut.

Itu pun, "tentang"-nya adalah "Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur" bersama sejumlah hari peringatan lain.

Merujuk harian Kompas edisi 2 Mei 1968, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Penggunaan nama alias pada 1922 bertepatan dengan langkah Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta.

Sejak itu, kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, sejalan dengan semangatnya melawan penjajahan.

Soal ajarannya, barangkali hanya anak-anak generasi Orde Baru yang tumbuh besar dalam deretan slogan dan jargon yang masih ingat beberapa hapalan tentangnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved