Perbankan

Gubernur Kaltara Ingatkan Bankaltimtara Pertahankan Kinerja dan Perbaiki Basis Daya Saing

Di satu sisi harus berbangga karena Bankaltimtara sekarang memiliki aset tiga besar nasional. Kinerjanya bagus. Namun kompetitor kita juga kuat.

Gubernur Kaltara Ingatkan Bankaltimtara Pertahankan Kinerja dan Perbaiki Basis Daya Saing
Tribun Kaltim/Fransina L
Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, menerima penghargaan Top Pembina BUMD 2019 dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono, di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Gubernur Kaltim Isran Noor mendapatkan penghargaan Top Pembina BUMD 2019. Award ini diraih karena mereka dinilai berhasil membina BUMD di daerah masing-masing, terutama PT BPD Bankaltimtara yang tiga tahun berturut-turut menjadi Top BUMD.

Respons mereka terhadap prestasi yang diraih Bankaltimtara pun tak jauh berbeda. Untuk diketahui, tiap tahun Pemprov Kaltara menambah modal di Bankaltimtara. Sekarang sudah mencapai Rp 110 miliar. "Target kami menempati posisi kedua setelah Pemprov Kaltim atau nomor tiga setelah Pemkab Kukar. APBD Kaltara kan masih kecil," ungkap Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie usai menerima penghargaan tersebut di Jakarta.

Sebagai kepala daerah, tutur Irianto, akan mewariskan uang itu untuk masa mendatang. Alasannya, uang itu akan produktif, daerah dapat deviden, sekaligus ikut menentukan kebijakan perbankan daerah ini. Juga dapat meminta pemberian kredit untuk investasi maupun modal kerja bagi pelaku- pelaku usaha di Kaltara.

Secara historis, jelas mantan Sekprov Kaltim ini, Bankaltimtara didirikan oleh Pemprov Kaltim. Ia pernah menjabat dewan pengawas sebelum perusahaan ini berstatus PT. "Saya cukup memahami perkembangan Bankaltimtara. Di satu sisi kita harus berbangga karena Bankaltimtara sekarang memiliki aset tiga besar nasional. Kinerjanya juga bagus. Namun kompetitor kita juga kuat, makanya harus memperbaiki basis daya saing baik sumber daya manusia, strategi bisnis, maupun pengembangan kredit, dan dana pihak ketiga. Persaingan perbankan itu sangat ketat. Jadi manajemen Bankaltimtara harus mampu mempertahankan kinerja dan meningkatkan kemampuan profesional para pengelolanya," tandas Irianto.

Sebagai provinsi baru, kata Irianto, pihaknya masih dalam proses rekrutmen direksi dan dewan komisaris. "Namun hasilnya belum memuaskan, jadi diulang lagi. Hasil seleksi independen itu nilainya di bawah rata-rata atau tidak memenuhi syarat, jadi saya minta diulang," tambahnya.

Tak berbeda, Gubernur Kaltim Isran Noor sepakat Bankaltimtara terus meningkatkan kualitas dan kinerja. Isran menyebut tidak ada target maupun langkah berikut yang akan ditentukannya. Alasannya, ia mempercayakan hal tersebut pada Dirut Bankaltimtara dan timnya.

Mengenai usulan merevisi UU BUMD, sesuai pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, Gubernur Isran menyetujuinya. "Apapun usulan untuk perbaikan masyarakat di daerah, saya setuju. Setuju ada perbaikan atau revisi. Kan tidak semua isi UU BUMD itu direvisi, hanya bagian tertentu supaya kena dengan wilayah masing-masing. Sebab kondisi alam, sumber daya alam, dan kapasitas daerah kan berbeda-beda," tandas Isran.

Di Kaltim, PT BPD Kaltim Kaltara sudah bagus. "Tinggal maintenance dan peningkatan. Sedangkan BUMD lainnya masih perlu dibenahi. Namun harus melihat lebih dulu detail permasalahannya. Ini merupakan dasar untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," tambah Isran.(*)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved