Mengadu ke Jokowi, Wali Kota Balikpapan Curhat Sampaikan Teror yang Dialaminya
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengadu kepada Presiden Jokowi terkait teror yang dialaminya.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO - Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengadu kepada Presiden Jokowi terkait teror yang dialaminya.
Hal itu disampaikan Rizal Effendi saat dirinya bertatap muka langsung dengan Presiden Jokowi di sela kunjungan kerja ke Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019).
Kunjungan Presiden Jokowi ke Bukit Soeharto ini terkait rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Jawa.
Di sela kunjungan tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sempat menyampaikan beberapa hal di luar persoalan pemindahan ibu kota Negara.
Rizal Effendi mengaku diteror emak-emak menyusul kenaikan sejumlah harga bahan pokok saat Ramadhan 2019.
Terutama kenaikan harga bawang putih, yang di Balikpapan sudah mencapai Rp 100.000 per kilogram.
Cerita tentang itu diungkapkan Rizal Effendi melalui unggahan Instagram pribadinya, @rz_effendi58, Selasa (7/5/2019).
Lantas, bagaimana respons Presiden Jokowi?
Rizal Effendi mengatakan, Presiden Jokowi berjanji akan mengirimkan stok bawang ke daerah lewat kementrian terkait.
Selain itu, pemerintah juga berjanji akan melakukan operasi pasar agar harga-harga kembali normal.
Berikut isi lengkap unggahan Rizal Effendi:
"Warga kota yang saya hormati, bersama Wakil Gubernur Kaltim, Pangdam, dan Kapolda juga unsur Muspida lainnya tadi saya hadir menyambut dan mengantar kembali Presiden @jokowi yang melakukan kunjungan ke bukit Soeharto.
Mengkaji kemungkinan Kaltim menjadi pusat pemerintahan.
Sempat berdiskusi soal belakangan ini saya diteror emak emak karena harga bawang mencapai 100 ribu rupiah per kg.
Presiden berjanji akan mengirimkan stok bawang ke daerah lewat kementrian juga melakukan operasi pasar agar harga kembali normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wali-kota-balikpapan-rizal-effendi-mengadu-kepada-presiden-jokowi-terkait-teror-yang-dialaminya.jpg)