Pemprov Kaltara Komitmen Permudah Investasi Kilang Matanol di Bunyu

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov, menindaklanjuti secara cepat.

Pemprov Kaltara Komitmen Permudah Investasi Kilang Matanol di Bunyu
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie saat meninjau rig di offshore Pertamina Hulu Energy Nunukan Company (PHENC) di Blok Nunukan, Bunyu, Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov, menindaklanjuti secara cepat dan mempermudah investor yang akan berinvestasi.

Salah satunya investasi pembangunan kilang metanol di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara oleh PT Karya Mineral Jaya (KMJ).

Gubernur Irianto Lambrie mengungkapkan, PT KMJ, memerlukan lahan sekitar 55 hektare. Selain untuk kilang methanol, lahan tersebut nantinya akan digunakan pula sebagai lokasi industri turunan.

"Mereka telah menentukan lokasinya yang strategis. Selanjutnya, menunggu persetujuan dari pemerintah daerah. Berkaitan dengan itu saya sudah meminta Biro Pemerintahan, Dinas Kehutanan, DPMPTSP dan OPD terkaitnya, untuk segera melakukan koordinasi.

Baik dengan pihak terkait di Pemkab Bulungan maupun dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ujar Irianto dalam keterangan resminya, Selasa (7/5/2019).

Ia mengungkapkan, sebelum dilakukan pembebasan, status lahan harus ada kepastian hukum yang jelas agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Irianto juga meminta pihak investor untuk segera melengkapi perizinan yang diperlukan. Perizinan dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan DPMPTSP Kalimantan Utara.

"Syarat-syaratnya apa, prosedurnya bagaimana silakan dikomunikasikan. Apalagi sekarang sudah pakai sistem OSS. Yang pada prinsipnya, kita dari Pemprov sangat mendukung, dan siap memfasilitasi," ujarnya.

Irianto mengatakan, investasi tersebut akan menelan biaya 700 juta USD. Kontruksi kilang rencananya dimulai Semester II 2019.

Saat ini perusahaan tengah mengurus kelengkapan perizinan baik di pemerintah maupun di Pemprov, dan di Pemkab Bulungan. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved