Ramadan 2019
Bolehkah Shalat Witir Satu Rakaat? Berikut Tata Cara, Niat dan Panduan Lengkapnya
Shalat Tarawih diakhiri dengan Shalat Witir. Selain untuk mengakhiri Shalat Tarawih, Shalat Witir juga bisa dilakukan untuk menutup Shalat Tahajjud.
TRIBUNKALTIM.CO - Selain menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pada malam hari selepas Shalat Isya, umat Muslim juga dianjurkan melaksanakan ibadah sunah Shalat Tarawih.
Shalat Tarawih diakhiri dengan Shalat Witir.
Selain untuk mengakhiri Shalat Tarawih, Shalat Witir juga bisa dilakukan untuk menutup Shalat Tahajjud.
Shalat Witir adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu Isya dan sebelum waktu salat subuh, dengan rakaat ganjil.
Shalat ini dilakukan setelah shalat lainnya, sepertti Shalat Tarawih dan Tahajjud.
Shalat Witir terhitung dari satu hingga sebelas rakaat.
Jadi bolehkan Shalat Witir satu rakaat?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut penjelasan ulama dilansir nu.or.id.
Mereka yang hanya sanggup mengerjakan satu rakaat shalat Witir boleh melaksanakannya tanpa kemakruhan.
وأدنى الكمال ثلاث وأكمل منه خمس ثم سبع ثم تسع (وأكثره إحدى عشرة) وهي غاية الكمال
Artinya: “Batas minimal kesempurnaan shalat witir adalah tiga rakaat. Yang lebih sempurna dari itu adalah lima rakaat, kemudian tujuh rakaat, kemudian sembilan rakaat. (Jumlah maksimal shalat witir adalah sebelas rakaat). Ini puncak keistimewaan shalat witir,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 100).
Sebagaimana diketahui, Shalat Witir satu rakaat boleh dilakukan.
Meski demikian, Shalat Witir satu rakaat menyalahi yang utama sehingga sebaiknya dilakukan minimal tiga rakaat.
Tetapi berapapun jumlah rakaat yang dipilih, seseorang harus menyudahi Shalat Witir-nya dengan bilangan ganjil satu rakaat menurut qaul yang rajih.
Adapun berikut ini adalah lafal niat Shalat Witir satu rakaat sebagai imam:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/niat-dan-tatacara-shalat-tarawih.jpg)