Selasa, 19 Mei 2026

Ramadhan 2019

Keajaiban Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Metode Diet Paling Sempurna

Selain untuk ibadah puasa sebagian dari kita memanfaatkan momen puasa di bulan Ramadhan ini untuk berdiet

Tayang:
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Doan Pardede
ogichobanov via Kompas.com
Ilustrasi Puasa 

Akibatnya, ketika Shalat Tarawih tubuh jadi lemas dan mengantuk, malas bangun untuk sahur, zat gizi lain yang mestinya harus dipasok tidak dapat dipenuhi akibatnya dapat menimbulkan kurang gizi tertentu (spesific deficiency nutrition).

Paling penting perhatikan sunnah Nabi: "Makanlah, tetapi hentikan sebelum kenyang." Nabi bersabda, perut ada tiga bagian: sepertiga air, sepertiga makanan dan sepertiga udara. Insya Allah, jika `diet puasa' kita benar kita akan memperoleh manfaat luar biasa.

Hindari Makan Berlebih saat Berbuka

Setelah bepuasa dengan durasi lebih dari 12 jam seharian, tak sedikit orang yang tidak memilih makanan secara bijak saat waktu berbuka tiba.

Banyak orang yang akan langsung menyantap makanan berat dan minuman manis sebanyak-banyaknya, setelah waktu berbuka puasa tiba.

Kalap makan ketika berbuka puasa di bulan Ramadhan tentu berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah, MS. PhD, makan berlebih bisa menyebabkan gula darah meningkat secara mendadak.

Ilustrasi pemeriksaan gula darah
Ilustrasi pemeriksaan gula darah (medicalstutering)

Dampak langsung dari kelebihan atau kekurangan gula darah adalah efek mengantuk.

Ketika kita mengantuk, aktivitas penting dan ibadah pun berpotensi dilalaikan.

"Kalau ngantuk saja bisa membuat kita tidak bisa ibadah. Jadi tata cara puasa dan makan harus yang baik dan benar, jangan berlebihan," kata Hardinsyah beberapa waktu lalu di Jakarta.

Untuk membantu tubuh dalam penyerapan glukosa secara maksimal, kita perlu memiliki sensitivitas insulin. Kadar hormon insulin dalam tubuh kita harus dipacu agar meningkat.

 Ketika kenaikan gula darah tidak terkendali, lama kelamaan kita beresiko menderita diabetes.

Makan berlebih juga tidak baik bagi lambung karena dipaksa mencerna makanan melebihi kapasitas yang biasa dicernanya.

"Yang biasa mencerna satu kilo, misalnya, sekarang lebih banyak. Akhirnya terasa sakit, radang lambung dan akan berefek ke tekanan darah, dan sebagainya," ujar Hardinsyah.

Pengurus masjid sedang membagikan bubur sup kepada warga di halaman Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumatera Utara, Senin (6/5/2019). Setiap harinya pihak pengurus masjid menyiapkan sekitar 1000 porsi bubur yang dibagikan kepada warga secara gratis untuk berbuka puasa, kegiatan ini telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun setiap bulan Ramadan. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengurus masjid sedang membagikan bubur sup kepada warga di halaman Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumatera Utara, Senin (6/5/2019). Setiap harinya pihak pengurus masjid menyiapkan sekitar 1000 porsi bubur yang dibagikan kepada warga secara gratis untuk berbuka puasa, kegiatan ini telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun setiap bulan Ramadan. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Di samping itu, makan berlebih yang berlangsung dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas.

Data kesehatan menyebutkan, sebanyak 37,8% penduduk remaja dan dewasa Indonesia mengalami kegemukan dan obesitas.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved