Ramadhan 2019
Keajaiban Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Metode Diet Paling Sempurna
Selain untuk ibadah puasa sebagian dari kita memanfaatkan momen puasa di bulan Ramadhan ini untuk berdiet
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Doan Pardede
Akibatnya, ketika Shalat Tarawih tubuh jadi lemas dan mengantuk, malas bangun untuk sahur, zat gizi lain yang mestinya harus dipasok tidak dapat dipenuhi akibatnya dapat menimbulkan kurang gizi tertentu (spesific deficiency nutrition).
Paling penting perhatikan sunnah Nabi: "Makanlah, tetapi hentikan sebelum kenyang." Nabi bersabda, perut ada tiga bagian: sepertiga air, sepertiga makanan dan sepertiga udara. Insya Allah, jika `diet puasa' kita benar kita akan memperoleh manfaat luar biasa.
Hindari Makan Berlebih saat Berbuka
Setelah bepuasa dengan durasi lebih dari 12 jam seharian, tak sedikit orang yang tidak memilih makanan secara bijak saat waktu berbuka tiba.
Banyak orang yang akan langsung menyantap makanan berat dan minuman manis sebanyak-banyaknya, setelah waktu berbuka puasa tiba.
Kalap makan ketika berbuka puasa di bulan Ramadhan tentu berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurut Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah, MS. PhD, makan berlebih bisa menyebabkan gula darah meningkat secara mendadak.
Dampak langsung dari kelebihan atau kekurangan gula darah adalah efek mengantuk.
Ketika kita mengantuk, aktivitas penting dan ibadah pun berpotensi dilalaikan.
"Kalau ngantuk saja bisa membuat kita tidak bisa ibadah. Jadi tata cara puasa dan makan harus yang baik dan benar, jangan berlebihan," kata Hardinsyah beberapa waktu lalu di Jakarta.
Untuk membantu tubuh dalam penyerapan glukosa secara maksimal, kita perlu memiliki sensitivitas insulin. Kadar hormon insulin dalam tubuh kita harus dipacu agar meningkat.
Ketika kenaikan gula darah tidak terkendali, lama kelamaan kita beresiko menderita diabetes.
Makan berlebih juga tidak baik bagi lambung karena dipaksa mencerna makanan melebihi kapasitas yang biasa dicernanya.
"Yang biasa mencerna satu kilo, misalnya, sekarang lebih banyak. Akhirnya terasa sakit, radang lambung dan akan berefek ke tekanan darah, dan sebagainya," ujar Hardinsyah.
Di samping itu, makan berlebih yang berlangsung dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas.
Data kesehatan menyebutkan, sebanyak 37,8% penduduk remaja dan dewasa Indonesia mengalami kegemukan dan obesitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-9889.jpg)