Darurat Narkoba

Perputaran Uang Hasil Penjualan Narkoba di Samarinda Mencapai Angka yang Fantastis

Perputaran uang pada bisnis haram narkoba di Samarinda ditaksir mencapai nominal yang cukup fantastis.Di satu lokasi saja bisa mencapai 100 juta/hari

Perputaran Uang Hasil Penjualan Narkoba di Samarinda Mencapai Angka yang Fantastis
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
DARURAT NARKOBA - BNN mengamankan 105 orang calon pembeli narkotika jenis sabu di jalan Belatuk VII, RT 21, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kamis (9/5/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perputaran uang pada bisnis haram jual beli narkoba ditaksir mencapai nominal yang cukup fantastis.

Tingginya keuntungan dari uang hasil penjualan narkoba ini juga yang membuat bisnis terlarang ini sulit diberantas, selain tingginya permintaan terhadap narkoba.

Di jalan Belatuk VII, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, bersama BNNK Samarinda Rabu (8/5/2019) kemarin mengungkap peredaran narkotika di kawasan permukiman warga itu.

Penindakan dilakukan sejak Rabu (8/5) siang, dengan 13 orang diamankan, serta 590 poket sabu siap edar, dan uang tunai senilai Rp 4,5 juta

Penindakan kembali berlanjut pada malam harinya hingga Kamis (9/5) dini hari tadi.

Hasilnya, terdapat 105 orang yang diamankan, suntikan, serta beberapa poket sabu.

Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon menerangkan, berdasarkan hasil tangkapan yang dilakukan pihaknya, perputaran rupiah di kawasan tersebut dapat mencapai angka Rp 100 juta seharinya.

"Bisa ratusan juta seharinya, dengan harga paling minim Rp 100 ribu per poketnya," ucapnya, Kamis (9/5/2019).

"Apalagi ini non stop 24 jam, orang dari luar Samarinda juga ke sini," sambungnya.

DARURAT NARKOBA - BNN mengamankan 105 orang calon pembeli narkotika jenis sabu di jalan Belatuk VII, RT 21, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kamis (9/5/2019)
DARURAT NARKOBA - BNN mengamankan 105 orang calon pembeli narkotika jenis sabu di jalan Belatuk VII, RT 21, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kamis (9/5/2019) (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Dari pantauan Tribunkaltim.co di lokasi penindakan, pembeli yang masuk ke kawasan tersebut tergolong cukup banyak, dengan jeda 15-30 menit setiap kedatangan pembeli baru.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved