Kominfo Sewa Tower Milik Operator Seluler, Penuhi Jaringan Komunikasi di Berau
Bupati Berau Muharram mengakui bahwa sejumlah kampung belum bisa dijangkau alat telekomunikasi. Untuk itu, Diskominfo akan menyewa tower telekomunikas
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
Dengan kemajuan teknologi yang terhindarkan, harus diimbangi dengan pemenuhan infrastruktur komunikasi, agar masyarakat bisa mengakses informasi dan saling berkomunikasi.
Namun hingga saat ini layanan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Berau masih belum merata. Masih ada beberapa tempat yang belum terjangkau komunikasi, sehingga masyarakat terisolir di tempat-tempat terpencil.
Bupati Berau, Muharram mengakui kekurangan ini. "Pemenuhan jaringan telekomunikasi ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dipenuhi.
Dengan mengandeng pihak swasta maupun pemerintah provinsi dan pusat, Insya Allah kita akan bangun tower (menara) telekomunikasi. Sehingga nanti, jaringan telekomunikasi ini dapat melayani seluruh masyarakat di seluruh kampung,"ujarnya.
Muharram menyampaikan, mulai tahun ini, Pemerintah Kabupaten Berau akan bekerja sama dengan salah satu operator penyedia layanan telekomunikasi untuk memenuhi jaringan di dua kampung, yaitu Long Ayan dan Merapun. Dalam kerja sama ini, pemerintah akan melakukan sistem sewa dengan penyedia jaringan.
“Ini jadi solusi yang bisa diambil. Bisa juga dibangunkan penguat jaringan untuk daerah-daerah yang sinyalnya jelek,” katanya.
Sementara Kepala Diskominfo Berau, Susila Harjaka mengungkapkan, sewa tower senilai Rp 700 juta per tiga bulan ini, akan diusulkan pada anggaran perubahan 2019 nanti.
Pada tahap pertama ini, pihaknya akan melakukan instalasi serta pengiriman perangkat dan diperkirakan pengerjaan selama dua bulan.
“Jadi (jaringan) mulai dinikmati tahun depan. Tower yang dibangun ini mikro BTS karena lebih murah dari yang lain,” katanya.
Pemenuhan jaringan telekomunikasi ini masih difokuskan pada kampung yang jumlah penduduknya padat. Begitu juga dengan kondisi geografis yang ada di kampung tersebut.
“Seperti daerah Kelay jika kita pasang penguat untuk mengambil sinyal, kemungkinan tidak akan bisa karena topografi yang banyak gunung. Jadi bisa tembak ke satelit,” katanya.
Selain bekerja sama dengan swasta, tahun ini Diskominfo juga berencana untuk menjalankan program internet kampung. Saat ini ada beberapa kampung yang telah ditinjau untuk menjalankan program ini.
“Rencana ada enam kampung yang akan dipilih. Nanti setelah selesai dikerjakan, bakal diserahkan kepada pemerintah kampung untuk dikelola melalui BUMK,” tandasnya. (*)
BACA JUGA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diskominfo-melakukan-survei-ke-beberapa-kampung.jpg)