Ramadhan 2019
Bagaimana Mengatasi Cegukan saat Berpuasa? Tak Perlu Minum Air Putih
Salah satu cara mengatasi cegukan adalah dengan minum air putih hangat. Namun bagaimana mengatasinya jika kita dalam keadaan berpuasa?
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
TRIBUNKALTIM.CO - Cegukan merupakan kondisi tubuh dimana seseorang mengeluarkan bunyi dari tenggorokan secara tak sengaja.
Cegukan dapat berlangsung selama beberapa saat.
Cegukan terjadi ketika ada kejang pada diafragma, alias otot yang memisahkan rongga dada dari rongga perut.
Kejang menyebabkan asupan napas secara tiba-tiba berhenti di penutupan pita suara (glottis), dan kemudian membuat kita mengeluarkan suara seperti “hik!” saat cegukan.
Selain itu minum minuman bersoda, makan terlalu cepat, atau karena reaksi otak yang merespon emosi tertentu, gugup, cemas, stres, bahkan terlalu bersemangat, juga bisa memicu cegukan
Namun Kerap kali tubuh kita merasa tidak nyaman saat mengalami cegukan.
Hal ini dikarenakan otot-otot pada diafragma mengalami kejang atau kontraksi, sehingga saluran pita suara tertutup dan menimbulkan bunyi khas.
Salah satu cara mengatasi cegukan adalah dengan minum air putih hangat.
Namun bagaimana mengatasinya jika kita dalam keadaan berpuasa?
Menurut laman hellosehat.com yang ditinjau oleh dr. Tania Savitri, ada beberapa cara untuk menghilangkan cegukan tanpa harus minum yang bisa membatalkan puasa.
Pertama, cobalah untuk tahan napas.
Ambil napas dalam melalui hidung, lalu tahan selama 10 detik dan hembuskan perlahan.
Ulangi langkah tersebut sebanyak tiga atau empat kali setiap 20 menit, jika cegukan tak kunjung hilang.
Kedua, bernapas dalam kantong kertas.
Siapkan kantong kertas kosong yang cukup kuat, lalu tempelkan leher kantong kertas ke mulut dan hidung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-cegukan.jpg)