Pernah Ketinggalan Barang di Masjid Polres Balikpapan, Coba Cek Kotak Ini
Bagi jamaah yang pernah ketinggalan barang saat melaksanakan salat di masjid Polres Balikpapan, silahkan datang karena pengurus menyimpan barang anda
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketinggalan barang di masjid jadi cerita yang acap kali kita didengar, mungkin anda salah satunya. Biasanya tertinggal di tempat wudhu atau kamar kecil, seperti jam tangan, kaca mata hingga cincin jadi barang yang sering tertinggal.
Aktivitas di kamar mandi maupun tempat bersuci di masjid, seringkali memaksa kita melepaskan aksesoris yang menempel di badan untuk menemukan kesempurnaan beribadah.
Tak bisa dihindari jemaah Masjid Polres Balikpapan tak hanya anggota kepolisian, masyarakat umum yang kerja di sekitar Mapolres juga turut salat di masjid ini. Masjid selalu penuh apalagi di waktu Dzuhur dan Ashar.
Biasanya mereka buru-buru mengejar shaf di dalam masjid, atau merasa tak enak dengan orang yang mengatre di belakang, membuat kebanyakan warga lupa dengan barang yang dilepasnya saat berwudhu atau di kamar kecil.
Namun para jemaah masjid Mapolres Balikpapan kali ini sedikit lebih tenang, apabila barang berharganya tertinggal.
Lantaran kemungkinan besar barang tersebut diamankan di sebuah kotak transparan, yang menempel di dinding sebelah kanan pintu masuk utama masjid Polres Balikpapan.
"Cek saja di sana. Setiap barang yang kami temukan atau jemaah lainnya lapor, kami catat dan taruh di kotak kehilangan itu,"
Sejak Februari 2019 lalu kotak tersebut berada di masjid. Dari pengamatan Tribunkaltim.co, kotak kaca tersebut dipenuhi jam tangan, kaca mata dan cincin para jemaah masjid yang tertinggal. Bahkan dari keterangan yang tertempel di kaca ada barang yang tertinggal sejak Oktober 2018 silam.
"Mulai Februari lalu di pasang, alhamdulillah sudah sekitar 8 orang menemukan barangnya yang pernah tertinggal di sini (masjid)," kata Ahmad Junaidi, Marbot Masji Baitul Aman Polres Balikpapan, Sabtu (11/5/2019).
Saat ditanya bagaimana cara mereka meyakini apabila ada orang yang mengaku barangnya tertinggal, sementara mereka tak memiliki bukti apa-apa selain pengakuan.
"Itu dia susahnya, mas. Tapi, ya kita husnudzon saja. Kalau memang barang dia, itu miliknya. Kalau bukan, biar Allah yang maha mengetahui yang memberikan balasan, karena itu bukan haknya," jelasnya.
"Kalau HP yang tertinggal juga sering, tapi gak sampai masuk kotak, sudah ada yang nanya ke sini. Ngeceknya mudah, tinggal lihat panggilan terakhir dan cek kontaknya," tambahnya.
Ahmad mengimbau kepada warga yang pernah beribadah di Masjid Baitul Aman kemudian merasa barangnya pernah tertinggal, silakan cek di kotak kehilangan tersebut atau lapor ke marbot atau petugas jaga masjid.
"Kami 24 jam di sini. Datangi saja selepas jam salat," katanya, saat ditemui di ruang kontrol masjid yang di dalamnya terdapat monitor CCTV yang merekam seluruh sudut Masjid Polres Balikpapan.
"Ini ada jam, tasbib dan kacamata baru tertinggal. Kami data dulu baru taruh di kotak," tuturnya sambil menunjukkan barang jemaah yang tertinggal itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ahmad-junaidi-marbot-masjid-baitul-aman-polres-balikpapan.jpg)